MAKALE, BKM — Bupati Tator Theofilus Allorerung memimpin rapat koordinasi (Rakor) di Gedung Tammuan Mali mengantisipasi merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang telah banyak merugikan peternak dan pedagang, Sabtu (9/7).
Rakor dilakukan pascaditemukannya virus PMK di lima kecamatan yakni Kecamatan Makale, Sangalla, Mengkendek, Rantetayo, dan Rembon. Virus PMK menyerang ternak warga sehingga Pemkab bergerak cepat melakukan langkah pencegahan.
Sebelum PMK mewabah luas di daerah ini pihaknya melakukan cegah sedini mungkin dilakukan percepatan penanganan dengan vaksinasi ternak, dan semprot disinpektan kandang ternak.
Dinas Pertanian membawahi Perternakan, maupun para Camat se-Kabupaten Tana Toraja dan OPD terkait segera bergerak cepat menangani wabah ini, sebab kesehatan hewan (Keswan) hendaknya terjaga, apalagi adat istiadat kita bagian dari kebutuhan hewan.
”Lakukan gerak cepat mengantisipasi suspec PMK merebak luas, agar penyebaran virus segera diatasi sehingga peternak kita tidak mengalami kerugian, ”ujar Theo.
Pemkab melakukan langkah pencegah penyebaran virus PMK, selain menutup total pintu masuk disemua perbatasan agar tidak ada pergerakan keluar masuknya ternak.
Para camat Lembang, Lurah, Danramil, Babinsa agar bersama-sama melakukan penyuluhan mendeteksi terhadap adanya penyebaran virus PMK. Demikian pula mengendalikan pelaksanaan pesta rambu solo dan mendeteksi kerbau yang terinveksi agar segera dipotong dan dagingnya dimasak hingga benar-benar matang.
Theo memerintahkan cepat melakukan penyemprotan terhadap hewan yang kemungkinan terinveksi maupun hewan masih sehat. Berikutnya upacara adat yang belum terjadwal agar mempertimbangkan merubah waktu pelaksanaan hingga virus PMK ini benar-benar hilang. (gus/C)

