GUBERNUR Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman kembali menggagas inovasi untuk menjadikan Sulsel bersih dari narkoba dengan membuat program prioritas bersih narkoba yakni Gerakan Cari Mantu Bebas Narkoba (SULSEL BERSINAR GENCARKAN).
Gerakan tersebut adalah inovasi untuk mencegah penyalahgunaan narkotika berbasis keluarga yang digagas gubernur dan didukung Dinas Kesehatan. Dinkes yang menjadi leading sector program inovatif ini, turut menggandeng Kementerian Agama dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) untuk memberikan pemeriksaan dini (Screening) narkotika secara gratis bagi pasangan yang akan menikah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Erwan Tri Sulistyo, menuturkan, pasangan yang akan menikah akan diberikan surat pengantar dari Kantor Urusan Agama (KUA) untuk melaksanakan screening di Puskesmas.
“Program prioritas ini berdasarkan arahan dari pak gubernur untuk bagaimana mereka yang akan menjalankan pernikahan akan memperoleh rekomendasi dari KUA, untuk melaksanakan screening di puskesmas. Program ini kami kerjasamakan dengan Kementerian Agama dan BNNP Sulsel,” jelas Erwan, Minggu (7/8).
Ia menyebutkan, screening dilaksanakan dengan metode ASSIST (Alkohol, Smoking and Substance Involvement Screening Test) yang merupakan pemeriksaan awal mencakup semua zat psikoatif dirancang khusus untuk dapat digunakan oleh petugas kesehatan dalam lingkup pelayanan kesehatan termasuk di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
“Kemudian dari screening ASSIST ini kita akan kelompokkan ke dalam tiga kelompok, yakni risiko rendah, sedang dan tinggi. Untuk yang risiko ringan itu langsung diberi surat keterangan, kalau misalnya dia pernah terduga menggunakan narkoba itu dia langsung diberi surat keterangan. Kalau yang risiko sedang dan tinggi dilakukan pemeriksaan urine,” sebutnya.
Untuk peserta dengan hasil tes positif, kata Erwan, akan dilanjutkan dengan memberi rekomendasi untuk melaksanakan rehabilitasi melalui BNNP Sulsel.
“Yang positif maka akan memperoleh surat melakukan rehabilitasi, tetapi untuk pernikahan tetap bisa dilaksanakan yang bersangkutan hanya menandatangani surat untuk pernyataan rehabilitasi,” jelasnya.
Dari data yang ia peroleh, hingga Kamis (4/8), telah ada 229 orang dari berbagai kabupaten yang telah melakukan screening. Dari jumlah ini, 183 orang masuk dalam kategori ringan, 46 sisanya masuk dalam kategori sedang dan berat.
“46 orang yang masuk kategori sedang dan berat kami lanjutkan dengan pemeriksaan urine dan hasilnya negative,” kata Erwan.
Gubernur Andi Sudriman dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional beberapa waktu lalu menekankan pentingnya upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika mulai dari lingkungan keluarga.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan, Brigjen Ghiri Prawijaya, juga menilai program inisiasi gubernur ini merupakan bentuk inovasi yang brilian agar orang menjadi aware dan lingkungan keluarga merupakan faktor pendukung utama untuk keberhasilan pengobatan dari jerat narkotika. (jun)

