pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

BHS Tanggapi Serius Pernyataan Menteri BUMN

Terkait Membandingkan Harga BBM Indonesia dan Malaysia

JAKARTA, BKM — Pernyataan Menteri BUMN, Erick Thohir dan Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, yang meminta masyarakat untuk tidak membandingkan Pertamina dengan Petronas, ditanggapi serius Bambang Haryo Soekartono, pengamat kebijakan publik.
Pria murah senyum yang akrab disapa BHS ini menyatakan, yang membandingkan Pertamina dengan Petronas adalah Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Nicke Widyawati. Sebagaimana statetmentnya di media, dia (Nicke) mengatakan subsidi Pertronas jauh lebih besar dibandingkan Pertamina.
”Untuk membuktikan pernyataan Dirut Pertamina, saya meluncur ke Malaysia dan terungkap fakta bahwa harga BBM di Malaysia jauh lebih murah dan subsidinya lebih kecil dari Pertamina di Indonesia. Rupanya, menteri BUMN terlalu sibuk di luar BUMN, sehingga tidak memonitor apa yang dikomentari Dirut Pertamina di media,” kata BHS dalam rilisnya yang disampaikan, Selasa (9/8).
Anggota DPR-RI periode 2014-2019 ini menjelaskan, Petronas masih sama dengan Pertamina, yaitu menggantungkan BBM Impor dari negara Saudi Arabia, Brazil, Australia, Amerika, dan United Arab Emired (UAE). Sehingga pernyataan menteri BUMN bahwa Petronas memproduksi minyak sendiri tidak berdasarkan kajian yang tepat.
”Perlu diketahui, sebagian besar harga gasoline oktan 95 di beberapa negara penghasil minyak di dunia jauh lebih kecil dari harga gasoline oktan 95 yang ada di Indonesia. Misal urutan 1 Venezuela harga 0,022 USD atau setara Rp299, dengan jumlah penduduk 28 juta, urutan 2 Libia harga 0.031 USD setara Rp463, urutan 3 Iran 0,053 USD setara Rp792, urutan 9 Malaysia 0,46 USD setara Rp6.881, urutan 10 Irak 0,51 USD setara Rp7.690,” ujar BHS.
Bahkan, kata alumni ITS Surabaya ini, negara bukan penghasil minyak, banyak yang lebih murah dari Indonesia. Misal urutan ke 36 Taiwan 1,028 USD setara Rp15.378, urutan 37 Burma 1,039 USD setara Rp15.540, urutan 40 Maldive 1,071 USD setara Rp16.022, urutan 45 Vietnam 1,121 USD setara Rp16.770, urutan 50 adalah Indonesia 1,167 USD setara Rp17.540. Berarti ada 49 negara yang menjual bahan bakar oktan 95 lebih murah dari Indonesia, sumber data, https://www.globalpetrolprices.com/gasoline_prices/ .
”Jadi, tidak benar kalau ada yang mengatakan harga BBM yang ada di Indonesia adalah yang termurah di dunia. Padahal, Indonesia termasuk penghasil minyak dan gas yang sumur minyaknya terbanyak dan terbesar di Asia Tenggara. Kenapa harga BBMnya bisa sangat mahal,” kata BHS dengan nada tanya.
Lucunya lagi , sambung BHS, Staf Khusus Menteri BUMN yang mengatakan harga BBM di Malaysia lebih murah dari Indonesia karena jumlah penduduknya lebih sedikit dari Indonesia, ini pun tidak berdasar kajian dan data yang benar.
”Sebagai misal Singapura yang mempunyai penduduk 5,6 juta yang jauh lebih kecil dari penduduk Indonesia maupun penduduk Malaysia yang jumlahnya 33,37 juta, harga BBM Singapura oktan 95 adalah 2,022 USD setara Rp30.200 yang tentu jauh lebih mahal dari harga di Indonesia maupun di Malaysia. Sehingga tingginya harga BBM di suatu negara tidak ada korelasinya dengan jumlah penduduk. Tetapi sangat berhubungan dengan kemampuan daya beli masyarakat di negara tersebut,” ungkap BHS.
Anggota Dewan Pakar Partai Gerindra ini menambahkan, di Singapura walau harga BBM nya 2 kali lipat lebih tinggi dari Indonesia, tetapi UMR nya juga tinggi sebesar 5.000 SGD setara dengan Rp53juta. Sedangkan di Indonesia, UMR berkisar Rp2 sampai Rp4,7 juta dan bahkan masih ada wilayah yang mempunyai UMR di bawah Rp2 juta. Misal Sragen Rp1.839.000, Banjarnegara Rp1.819.000, dan lain-lain, mayoritas 90 persen UMR wilayah di Indonesia di bawah Rp3juta.
”Maka pemerintah Indonesia seharusnya menerapkan tarif harga BBM yang realistis sesuai harga beli impor, seperti halnya di Malaysia dan baru subsidinya disesuaikan dengan kemampuan daya beli masyarakat Indonesia,” tutup BHS. (mir)




×


BHS Tanggapi Serius Pernyataan Menteri BUMN

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link