pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hari Kebudayaan tak Berefek ke Warga Kota

MAKASSAR, BKM– Program Dinas Kebudayaan yang tiap tahun dilaksanakan yakni hari kebudayaan mendapat tanggapan negatif dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar. Dewan menilai hari kebudayaan tersebut tak memiliki dampak yang bisa dirasakan warga kota Makassar.
Hal itu dikatakan, anggota DPRD Makassar, Yeni Rahman. Menurut Yeni, dengan banyaknya kebudayaan di kota Makassar, seharusnya melahirkan sesuatu yang membuat anak-anak di Makassar mencintai kebudayaan leluhurnya.

“Kita lihat perayaan kebudayaan kemarin itu tidak memberi efek sama sekali. Program kemarin itu, tak lebih dari program seremonial semata, tidak ada indikatornya dan buang-buang anggaran. Tugas pemerintah saat ini bagaimana kue-kue tradisional bisa eksis di kalangan generasi muda,” ungkapnya, Rabu (24/8).
Lanjut legislator Fraksi PKS DPRD Makassar ini mengungkapkan, program kebudayaan tidak hanya mengenai tarian ataupun baju. Melainkan katanya, ada banyak aspek yang menjadi penilaian dalam program tersebut untuk mengajak generasi muda.

“Bukan hanya bagaimana membuat festival dan semacamnya tapi juga dinas ini harus memastikan bahwa setelah memberi pelatihan membuat kue kue tradisional dan hasil olahan tersebut, tetap dapat dijangkau dengan harga bersahabat. Saya kira lebih bermanfaat begitu untuk membantu orang di lorong, kan hampir di tiap lorong ada penjual nasi kuning. Jadi jangan buat rasanya sama,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, juga mengatakan, pemerintah kota harus memberikan pelatihan ke pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM di lorong. Dengan begitu, kata dia, eksistensi kebudayaan dan kuliner tradisional bisa kembali bangkit.
“Karena kurang diminati, sehingga menjadi tugas pemerintah bagaimana melestarikan, entah itu memperbanyak pelatihan, ajarkan masyarakat buat taripang, bassang, baroncong, bagaimana biar rasanya enak dan orang datang berkali-kali,” katanya.
Pasalnya, makanan tradisional Makassar kian hari tergerus zaman lantaran kalah saing kuliner modern yang cenderung menyesuaikan bentuk dengan tuntutan zaman. Ia menilai eksistensi makanan cepat saji lebih digemari anak-anak ketimbang makanan tradisional. (ita)




×


Hari Kebudayaan tak Berefek ke Warga Kota

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link