MAKASSAR, BKM — Stok BBM bersubsidi di Sulsel hanya mencukupi hingga Bulan Oktober mendatang. Karena itu, Pemprov Sulsel telah mengajukan penambahan kuota ke pemerintah pusat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas ESDM Sulsel, Andi Bakti Haruni, mengatakan, konsumsi penggunaan BBM Subsidi ini, memang cukup tinggi. Khusus solar saja, tingkat konsumsinya kurang lebih 50 ribu kiloliter.
“Memang sekitar Oktober atau akhir Oktober, mungkin awal November, itu memang sudah habis,” jelas Andi Bakti, Rabu (31/8).
Namun, Andi Bakti, enggan menyebut berapa tambahan yang akan diajukan untuk kuota BBM tersebut. “Yang penting terpenuhi, kami tidak bisa menyebutkan berapa karena harus dilihat juga tingkat konsumsinya. Ngapain minta kuota banyak sedangkan tingkat konsumsinya rendah. Yang penting dipenuhi kebutuhannya,” paparnya.
Ia mengaku yakin surat pengajuan penambahan kuota ini akan disetujui. Mengingat, BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat.
Sebelumnya, pada Bulan Juni 2022 lalu, Pemprov Sulsel telah mendapatkan penambahan kuota solar dan Pertalite. Tambahan solar hanya 702 kiloliter. Kuotanya dari 453.394 kiloliter menjadi 454.096 kiloliter. Sementara Pertalite naik hampir dua kali lipat, atau bertambah 489.314 KL menjadi 986.628 kiloliter. (jun)

