MAKASSAR, BKM — Aparat kepolisian Polda Sulsel meringkus sedikitnya 272 orang maling. Mereka yang diringkus ini terjaring operasi Lipu yang digelar Polda Sulsel selama 20 hari atau sejak tanggal 11 Agustus sampai 30 Agustus 2022.
Hal itu diungkapkan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana, didampingi Pejabat Utama Polda Sulsel, saat merilis kasus ini di Mapolda Sulsel, Kamis (1/9). Orang nomor satu Polri Sulsel menjelaskan, sasaran operasi sikat Lipu ini adalah mereka para pelaku pencurian disebut 3C yaitu pencurian motor (Curanmor), pencurian disertai kekerasan (Curas), serta pencurian dengan pemberatan (Curat).
Mereka yang ditangkap, tambah Kapolda, selain sebagai eksekutor yang menjadi sasaran, juga para penadah dan bekingan para pelaku.
”Jadi sasaran saat operasi Sikat Lipu yang telah digelar selama 20 hari, tidak hanya para pelaku eksekutor (pemetik) barang hasil kejahatannya. Namun dengan tegas kami menguber pula para penadah dan bekingan mereka. Nah, alhasil, dari operasi Sikat Lipu yang kami gelar di tahun 2022, sebanyak 272 orang tertangkap. Mereka yang tertangkap ini beragam pekerjaan. Ada buruh sebanyak 30 tersangka, pengangguran 139 tersangka, pelajar 12 tersangka, wiraswasta 27 tersangka, dan petani 23 tersangka,” beber Kapolda.
Kapolda menyebutkan, dari data kasus Curat yang terjadi di wilayah hukum Polda Sulsel sejak tahun 2021. Kasus Curas sendiri ditahun 2021 sebanyak 1.607 kasus. Dan di tahun 2022 sebanyak 1.326 kasus dari bulan Januari sampai bulan Juli. Juga terjadi peningkatan target operasi Sikat Lipu sebanyak 6,7 persen. Dimana, pada tahun 2021 sebanyak 75 tersangka, dan tahun 2022 sebanyak 80 tersangka.
”Dengan adanya tindak kriminal kejahatan yang kian meningkat, kami tentunya semakin menginstruksikan ke Polres dan Polsek untuk intens menggelar patroli. Hingga kemudian kami gelar Operasi Sikat Lipu tahun 2022 sebagai langkah Polri dalam upaya untuk menekan angka kejahatan. Utamanya pencurian dengan pemberatan dan kekerasan, serta pencurian kendaraan bermotor di daerah Sulawesi Selatan,” cetusnya.
Pelaksanaan operasi di Sulsel, lanjut Irjen Nana Sudjana, sudah dilakukan secara optimal dan sudah memenuhi target yang diberikan. Dalam hal ini, Polri tidak akan berhenti sampai di sini. ”Nah, ke depannya akan terus ditingkatkan. Juga mengedepankan upaya pencegahan serta menggandeng instansi lainnya dan tokoh masyarakat,” katanya.
Kendati demikian, Kapolda kembali menyebutkan, Target Operasi (TO) pada tahun 2021 sampai 2022 yang telah terungkap penyelesaiannya sama-sama 100 persen. Terjadi kenaikan non TO terungkap sebanyak 125,9 persen. Dimana, pada tahun 2021 non TO terungkap sebanyak 85 tersangka dan pada tahun 2022 non TO terungkap sebanyak 192 tersangka.
”Jumlah tersangka target operasi (TO), dan non TO terungkap mengalami kenaikan sebanyak 70 persen. Dimana, pada tahun 2021 jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 160 orang. Dan dan pada tahun 2022, jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 272 tersangka.
Sementara itu, jumlah aduan juga mengalami kenaikan sebanyak 65,6% dimana pada tahun 2021 jumlah aduan sebanyak 125 aduan dan pada tahun 2022 jumlah aduan sebanyak 207 aduan. Selain dari pengungkapan para tersangka yang diamankan dalam operasi Sikat Lipu yang digelar, barang bukti yang turut disita di antaranya 9 unit mobil, 128 unit gawai, 60 unit motor, emas sebanyak 22, sapi sebanyak 8 ekor dan dokumen 1 bundle. Kini, para tersangka telah meringkuk di balik jeruji Mapolda Sulsel untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (ish/c)

