MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar berkomitmen tidak ada lagi anak putus sekolah (ATS) di Makassar.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, sudah menginstruksikan Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk melakukan intervensi terhadap anak-anak yang tidak sekolah untuk kembali bisa mengenyam pendidikan.
Sejumlah langkah telah dilakukan. Termasuk merangkul Relawan Massikola untuk membantu mendata dan mencari anak tidak sekolah hingga ke lorong-lorong.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin Mustakim, menerangkan, relawan Massikola sejauh ini konsisten terhadap upaya mengembalikan anak-anak putus sekolah ke bangku sekolah.
Mereka terjun hingga ke lorong-lorong untuk mendata dan mencari anak yang putus sekolah.
“Saya sengaja minta Relawan Massikola karena selama ini mereka konsisten memperhatikan anak-anak yang tidak sekolah,” ungkapnya.
Pendataan yang dilakukan selanjutnya dilaporkan ke Dinas Pendidikan untuk dilakukan intervensi agar anak bersangkutan bisa kembali mengenyam pendidikan.
Seperti yang dilakukan relawan Massikola pekan lalu. Seorang berusia sembilan tahun yang sama sekali belum pernah mengenyam bangku pendidikan dimasukkan ke SD Tanggul Patompo I.
Anak lelaki yatim piatu tersebut selama ini tinggal bersama keluarga.
“Anak itu kita masukkan ke kelas I terlebih dahulu. Namun pihak sekolah diminta untuk melakukan bimbingan khusus. Jika yang bersangkutan mampu mengikuti bimbingan akan akselerasi ke kelas sesuai usianya,” kata Muhyiddin.
Sementara itu, founder relawan Massikola, dr Udhin Malik menjelaskan
Gerakan Makassar Siap Sekolah (Massikola) muncul karena adanya kegelisahan banyak anak usia sekolah yang tidak menempuh atau berhenti dari bangku pendidikan formal di kawasan padat penduduk.
“Cikal bakal terbentuknya Massikola sebagai bentuk aksi nyata anak muda Makassar untuk memberikan akses pendidikan dasar baca-tulis-hitung bagi anak-anak tidak sekolah dan putus sekolah,” ujar dr. Udin yang juga Ketua Forum Kolaborasi Kemanusiaan.
Adapun yang diajarkan oleh relawan Massikola yakni kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Kata dr. Udin, relawan Massikola akan menjadi narahubung bagi masyarakat yang mengalami kesulitan di bidang pendidikan.
“Nanti kita akan mendata siapa saja anak yang bisa kami bantu untuk calistung. Jadi, para relawan Massikola ini adalah Narahubung masyarakat untuk membantu kesulitan para masyarakat di bidang pendidikan,” jelasnya.
Agar operasional Massikola lebih tersistematis dan terukur, kontainer yang berada di setiap kelurahan akan dijadikan lokasi belajar anak-anak yang telah teridentifikasi putus sekolah maupun yang putus sekolah.
“Di setiap kelurahan nanti akan ditempatkan beberapa relawan dari Massikola untuk membantu proses pembelajaran bagi adik-adik kita,” paparnya.
Sejauh ini, kata dr Udhin sudah ada tujuh anak yang dibantu atau difasilitasi untuk kembali bersekolah. (rhm)

