BARRU, BKM — Minggu pagi (20/8) di Dusun Kupa, Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Beberapa orang pria berbadan tegap memasuki daerah ini.
Mereka adalah polisi berpakaian preman. Personel Polsek Mallusetasi ini datang setelah menerima informasi keberadaan seorang pelaku pembunuhan.
Nama pria itu adalah Dedy (40). Ia berhasil diamankan polisi tanpa melakukan perlawanan. Selanjutnya dibawa ke Mapolres Barru guna menjalani proses hukum.
Dedy ditangkap polisi usai terlibat duel dengan kakaknya Muis (46). Sang kakak meregang nyawa di tangan adik kandungnya hanya karena persoalan sepele. Dedy menduga kakaknya telah memotong-motong sendal miliknya.
Tersulut emosi, Dedy pun kalap. Begitu melihat kakaknya, Dedy yang sedang memegang alat untuk menjahit sepatu langsung menyerang Muis.
Dedy menusuk bagian dada kakaknya dengan menggunakan alat penjahit sepatu. Hanya sekali tusukan, Muis langsung tersungkur dan tewas. Benda tajam tersebut telah menembus jantung korban.
Pihak keluarga bersama warga sekitar lokasi kejadian berusaha memberikan pertolongan kepada korban dengan melarikan ke puskesmas terdekat. Tapi Tuhan berkehendak lain. Belum sampai di puskesmas, nyawa Muis tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Usai membunuh kakak kandung, Dedy kemudian melarikan diri. Ia kabur dan bersembunyi di dalam hutan kawasan pegunungan Dusun Kupa.
Pelaku sempat bersembunyi semalam di hutan tersebut. Hal ini membuat aparat Polsek Mallusetasi kewalahan dalam usaha untuk meringkus pelaku.
Namun Minggu pagi kemarin, petugas Polsek Mallusetasi menerima informasi dari warga sekitar bahwa Dedy sudah kembali ke rumahnya. Polisi kemudian mendatangi rumah itu untuk mengamankan pelaku. Tanpa perlawanan Dedy berhasil diamankan dan selanjutnya dibawa ke Polres Barru.
Dari hasil pemeriksaan, Dedy mengakui menusuk dada kakaknya karena tak terima sendal miliknya dipotong-potong oleh korban. “Saya emosi karena sendal saya dipotong-potong. Begitu saya lihat dari jarak dekat, langsung saya tusuk,” aku Dedy di depan penyidik reskrim.
Kapolres Barru AKBP Burhaman yang dihubungi melalui telepon selularnya, kemarin membenarkan adanya peristiwa pembunuhan yang dilakukan seorang adik terhadap kakak kandungnya.
”Pelakunya sudah diamankan. Pemicunya karena masalah sepele. Adik tidak terima sendalnya dipotong-potong. Makanya dia tusuk kakaknya hingga tewas. Usai melakukan aksinya, tersangka sempat bersembunyi di kawasan pegunungan,” ejlas Burhaman. (udi/rus/b)
Sendal Dipotong, Adik Bunuh Kakak
×

