MAKASSAR, BKM–Komisi B DPRD Sulsel yang dipimpin Fermina Tallulembang menggelar rapat bersama dengan pejabat Dinas Pertanian Pemprov Sulsel, Rabu (21/9).
Dalam rapat itu, dewan mempertanyakan rendahnya serapan anggaran yang pada instansi tersebut.
Menurut Fermina yang juga legislator Partai Gerindra ini, serapat anggaran masih minim sekali sebab dari 700 paket yang di dorong ke barang dan jasa (barjas) baru 46 paket. Dari 700 paket nilainya lebih 200 miliar. “Jadi kita adakan rapat hari ini bagaimana mempercepat serapan anggaran berjalan. Dan kesepakatan tadi dinas terkait dan barjas buat kesepakatan sudah ada item secepatnya akan buat tim terpadu,”ujar Fermina, Rabu (21/9).
Fermina yakin 100 persen kegiatan fisik akan berjalan seperti jalan tani dan irigasi. “Jadi bisa kebayang karena kalau tanggal 15 Oktober tidak terkontrak ini pekerjaan maka akan menyebrang pembayaran tahun depan. Ini yang kita tidak kehendaki karena kita tidak mau ada utang sesuai dengan janji gubernur,”jelasnya.
Menurutnya, keterlambatan ini terjadi karena kurang ada komunikasi barjas dan dinas pertanian lambat mendorong kegiatan ini ke barjas untuk direview. “Mestinya perencanaan ini sudah selesai bulan April, sehingga bulan Juni sudah di dorong kegiatan ini dengan syarat regulasi direview barjas,”harapnya.
“Tapi kita optimis karena ada juga efek cuaca seperti tahun lalu hampir sama. Yang penting sekarang dinas pertanian dan barjas duduk bersama membuat tim terpadu kerja bersama dan tidak boleh ada ego”jelasnya.
Permasalahannya di Dinas Pertanian bagian pendataan kegiatan ini cuman tiga orang jadi sudah kita sampaikan untuk buat tim terpadu sampai 10 orang agar bisa cepat selesai. (rif)

