ENREKANG, BKM — Kadis Kesehatan Kabupaten Enrekang Sutrisno menggagas terobosan besar sebagai upaya pencegahan perlindungan kesehatan masyarakat dalam aspek penguatan pelayanan kesehatan Penangkista. Penangkista sebuah akronim Penanggulangan Kirisis Kesehatan Tingkat Kecamatan dengan tujuan memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan.
”Kehadiran program Penangkista sebagai penguatan kapasitas pelayanan di seluruh UPT Faskes se Kabupaten Enrekang serta bagaimana memberikan perlindungan masyarakat dari ancaman, resiko dan dampak permasalahan kesehatan dan krisis kesehatan di Kabupaten Enrekang,” ujar Sutrisno kepada BKM, Selasa (27/9).
Menurutnya, program Penangkista dilaksanakan enam lokus kecamatan di Enrekang yaitu Kecamatan Maiwa, Anggeraja, Alla, Masalle, Baraka dan Kecamatan Bungin dengan jangkauan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang tersebar di wilayah UPT Puskesmas Maiwa, Anggeraja, Sudu, Masalle, Baraka dan UPT Puskesmas Bungin.
“Enam lokus ini adalah piloting tetapi tahun ini akan dilaksanakan 12 kecamatan di Kabupaten Enrekang,” jelasnya.
Dia mengatakan Penangkista merupakan Inovasi yang ia gagas untuk memberikan percepatan, akselerasi layanan kesehatan, sehingga memberi rasa aman pada masyarakat terutama perlindungan dari ancaman risiko dan dampak permasalahan kesehatan apabila terjadi kejadian luar biasa pada kesehatan,baik wabah bencana alam, bencana non alam ataupun krisis kesehatan wilayah Enrekang.
Dengan Penangkista kita berharap akan terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Kebaruan Inovasi penangkista ini adalah bagimana menemukan gerakan kolaborasi keilmuan di tataran kecamatan dan desa,
Karena Tim Penangkista terdiri dari unsur Manajemn Kepala Puskesmas, Staf Teknis seperti petugas gizi, perawat, bidan, dokter, epidemiolog dan promkes sehingga akan terbina kolaborasi interprofesional, kolaborasi antar profesi dalam bidang Kesehatan di masing-masing puskesmas. (her/C)

