MAKASSAR, BKM — Dinas Pendidikan Kota Makassar telah menyelesaikan sebagian besar pembayaran gaji Laskar Pelangi yang dominan adalah guru non ASN di OPD tersebut yang telat dua bulan, yakni Juli dan Agustus.
Kendati sudah diselesaikan, namun ada bengkalai yang tersisa. Masih ada sekitar 200 orang yang belum menerima honor hingga saat ini.
Mereka itu merupakan tenaga honorer lama yang tidak lulus seleksi Laskar Pelangi namun tetap dibutuhkan karena Makassar masih kekurangan guru.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin Mustakim menerangkan, 200 lebih guru honorer tersebut tetap bertugas hingga saat ini. Termasuk yang mengabdi di pulau sebanyak 21 orang.
Namun sejauh ini, belum ada pos anggaran resmi yang bisa digunakan untuk pembayaran honor mereka.
Sejauh ini, Disdik memperjuangkan agar nama mereka bisa dimasukkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Muhyiddin mengaku memperjuangkan mereka karena memang dibutuhkan. Apalagi Disdik masih punya kuota untuk Laskar Pelangi yang belum terisi.
“Yang pasti saya punya kuota masih ada karena saya punya kuota 2138. Sementara kemarin (Laskar Pelangi) yang saya SK-kan 1948. Itupun ada yang mengundurkan diri. Ada 39 yang mengundurkan diri,” jelas Muhyiddin saat ditemui di kediaman pribadi Wali Kota Makassar, Jalan Amirullah, Senin (26/9).
Dia mengatakan, pihaknya sudah berkonsultasi dengan DPRD Makassar untuk dicarikan solusi.
“Jadi mekanismenya tetap akan kita hitung honornya mulai Juli,” tambahnya.
Yang juga menjadi persoalan adalah tenaga Laskar Pelangi yang tercatat lulus di Disdik Makassar hingga saat ini masih ada yang belum mengambil SK pengangkatannya. Otomatis mereka tidak dicairkan gajinya.
“Jadi ada juga yang sampai sekarang belum menerima SK-nya. Nah itu yang sampai sekarang saya tidak bayarkan. Tidak tahu mana orangnya. Tidak pernah menghadap yang pasti sampai sekarang tidak pernah datang ambil SK-nya,” kata mantan Kadis Sosial Makassar itu. (rhm)

