MAKASSAR, BKM — Lelang proyek Pengolahan Sampah Energi Listrik mulai berproses. Sejak lelang dibuka Kamis lalu hingga kemarin, tercatat sudah ada 14 peserta yang tertarik untuk mengikuti lelang. Beberapa diantaranya merupakan investor yang berasal dari luar negeri.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengaku peminatnya lumayan banyak.
“Saya dapat laporan katanya sudah ada 14 peserta (lelang). Artinya luar biasa itu, itu banyak. Biasanya kan peserta lelang itu tiga atau empat. Ini sudah banyak. Tapi saya tidak ikut campur soal tendernya yah,” ungkap Danny.
Lebih jauh disampaikan, agar PSEL ini nantinya sesuai dengan harapan, Pemerintah Kota Makassar akan dibantu tim USAID dari Amerika untuk melakukan pendampingan.
Mereka akan diminta melakukan kurasi terhadap teknologi yang akan dikembangkan para calon investor dalam mengelola PSEL itu nantinya.
“Amerika mau bantu kita untuk kurasi teknologinya, jangan sampai teknologi usang disana di bawah kesini.Jadi teman teman USAID tadi mau membantu kita technical architecture. Dengan melakukan pendampingan kepada pemerintah untuk melakukan kurasi terhadap teknologi investor. Jangan sampai kita dikamuflase nanti,” terang Danny.
Nantinya, pemenang tender akan menentukan lahan proyek PSEL ini.
Jika tertarik menggunakan TPA Tamangapa yang merupakan lahan milik Pemkot Makassar, maka ada kerja sama yang bisa dibangun.
“Kita juga (akan) serahkan lahan 2,5 hektare dengan kesepakatan penggunaan selama 30 tahun. Setelah itu,” tambahnya.
Menurut orang nomor satu Makassar itu, pada dasarnya Pemerintah Kota Makassar terbuka dengan berbagai jenis teknologi yang akan digunakan investor yang memenangkan lelang ini nantinya.
Namun dengan catatan harus menggunakan teknologi ramah lingkungan.
Teknologi yang akan digunakan perlu disesuaikan dengan jenis sampah. Danny mengambil contoh sampah sisa makanan yang menyumbang 55 persen dari keseluruhan sampah yang ada di Makassar.
“Sampah sisa makanan itu tidak tepat kalau pakai incinerator. Lebih banyak nanti dipakai BBM untuk operasional, karena itu kan sampah basah. Kita mau hasilkan energi malah buang energi,” jelas Danny. (rhm)

