MAKASSAR, BKM — Bertambah lagi program studi baru di Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar. Program Sarjana Terapan (D4) Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal (TRPK) melengkapi enam prodi yang sudah ada sebelumnya. Tiga di antaranya hadir di kampus vokasi ini pada tahun 2022.
Kehadiran prodi baru tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nomor: 238/D/OT/2022. Penyerahannya dilakukan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara (Saltan Batara) Drs Andi Lukman,MSi di kantor LLDikti Wilayah IX, Jumat, 7 Oktober 2022.
SK diterima langsung Direktur Polimarim AMI Makassar Dr H Amrin Petta Rani,SE,MM. Hadir menyaksikan ketua Yayasan Perguruan Tinggi Karya Darma (YPTKD), sejumlah pejabat di lingkup LLDikti Wilayah XI Sultanbatara, rektor Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI), para wakil direktur Polimarim AMI, dan civitas akademika Polimarim AMI Makassar.

Pembukaan Prodi D4 Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal juga dibarengi dengan SK Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dengan No: 6485/SK/BAN-PT/Ak.P/STr/IX/2022. Isinya terkait pemenuhan syarat peringkat akreditasi dibukanya prodi baru ini.
Dengan terealisasinya tiga prodi baru di zaman kepemimpinannya sebagai direktur Polimarim AMI, Amrin menyampaikan rasa syukurnya. Tak lupa pula menyampaikan terima kasih atas dukungan dan support dari LLDikti Wilayah IX selama ini.
”Syukur Alhamdulillah, satu prodi baru telah hadir. Berarti, target kita agar di tahun 2022 bisa menambah tiga prodi baru akhirnya tercapai. Terima kasih kami sampaikan kepada Kemendikbudristek, kepala LLDikti IX serta seluruh jajarannya,” kata Amrin.

Dengan hadirnya prodi baru ini, Polimarim AMI Makassar kini mengelola tujuh prodi. Enam prodi yang sudah ada sebelumnya, masing-masing D3 Manajeman Pelabuhan, D3 Studi Nautika, D3 Permesinan Kapal, dan D4 Transportasi Laut.
Kemudian, di bulan Juli 2022, Polimarim juga telah menerima SK dengan Nomor: 161/D/OT/2022 untuk pembukaan Prodi D4 (Sarjana terapan) Bisnis dan Logistik Maritim. Selanjutnya, pada April 2022 lalu, Polimarim menerima SK dari Kemendikbud Ristek untuk Program Diploma III (D3) Program Studi Manajemen Logistik.
Tak berhenti sampai di situ, Amrin menargetkan hingga periode masa tugasnya sebagai direktur berakhir pada tahun 2024 mendatang, akan ada lagi tiga tambahan prodi, sehingga cukup 10 prodi. Karenanya, ia meminta kepada LLDikti Wilayah IX untuk tidak bosan-bosan memberikan arahan, nasihat serta bimbingan kepada Polimarim.
“Kami tak akan berhenti dengan tambahan tiga prodi di tahun 2022 ini. Tahun depan kami akan mengusulkan dua prodi lagi dan semoga bisa membuka program magister (S2). Ini sudah kami persiapkan untuk segera diajukan,” ujar Amrin.

Prodi yang rencananya diusulkan tahun 2023 mendatang, disebut Amrin, yakni Program Sarjana Terapan (D4) Teknik Manajemen Risiko. Lalu Program Studi Magister Terapan Pemasaran, Inovasi dan Teknologi. “Doakan kami mampu membuka program magister terapan. Dan kepada Kepala LLDikti, jangan segan-segan menegur jika ada yang tidak tepat kami lakukan. Kami siap berbenah,” imbuhnya.
Penambahan prodi baru, diakui Amrin sebagai suatu kemajuan kampus yang dipimpinnya dan bukti dari kerja keras bersama. ”Apa yang ada sekarang merupakan sebuah keberhasilan, yang dulunya dianggap tidak bisa dikembangkan. Karena itu, sebelum 2024 saya berharap kita bisa 10 prodi dan menghadirkan S2,” tandas Amrin.
Dalam sambutannya, Kepala LLDikti Wilayah XI Andi Lukman, menyampoaikan selamat kepada Polimarim AMI yang kembali menerima SK dari Kemendikbud Ristek untuk program Sarjana Terapan D4 Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal. Andi Lukman mengakui, prodi baru ini merupakan satu-satunya di Indonesia timur. ”Memang ada beberapa kampus vokasi punya prodi TRPK, tapi semua di Pulau Jawa,” ujarnya.
Di bagian lain pernyataannya, Andi Lukman memuji kepemimpinan Direktur Polimarim Dr Amrin Petta Rani yang membawa kampusnya semakin maju. “Kampus Polimarim kian hari semakin maju. Sekarang ini malah sangat besar. Hal ini tidak lepas dari kepemimpinan Pak Direktur (Amrin Petta Rani). Pandai melihat peluang dan kesempatan untuk kemajuan kampus,” tegasnya.
“Seperti mengubah kampus dari akademi menjadi politeknik. Kemudian membuka prodi-prodi baru. Sejak dipimpin Pak Amrin, bertambah empat prodi. Lalu seperti Prof Jasruddin (Kepala LLDikti periode 2018-2022) juga diajak bergabung. Belum lagi SDM andal dari Jakarta yang juga bergabung di Polimarim. Ini sangat luar biasa,” terngnya.
Andi Lukman menjelaskan, semua prodi yang dimiliki Polimarim saling berkaitan satu dengan lainnya. Ada studi nautika, permesinan kapal, manajemen pelabuhan, transportasi laut, hingga bisnis logistik yang semua mengarah ke maritim. Belum lagi prodi baru teknologi rekayasa permesinan kapal. Lukman pun penyebut kemajuan Polimarim dipengaruhi kepemimpinan yang kuat, dan hal itu ada pada direktur saat ini. Ia berharap direktur tidak pernah melepas perhatiannya.
“Kampus ini adalah perguruan tinggi vokasi kepelautan yang berkembang menjadi besar sekarang. Apalagi kini eranya pendidikan vokasi. Bahkan lulusan akademik harus rasa vokasi. Karena lulusan vokasi siap pakai dan
memiliki keterampilan yang bisa diandalkan,” terang Andi Lukman.
Ia juga memberi apresiasi kepada Polimarim, karena alumninya masa tunggu bekerja yang sangat singkat. Lulusan memiliki sertifikat kompetensi sehingga cepat mendapat pekerjaan yang layak. Dan hal ini menjadi indikator keberhasilan sebuah kampus. Orang tua memasukkan anaknya kuliah, salah satu alasan kuatnya adalah agar pekerjaannya terjamin.
Kepada tenaga kependidikan di Polimarim AMI, Andi Lukman mendorong mereka untuk menjadi doktor dan mendapatkan sertifikasi dosen. (*/rus)

