RENALDI merupakan seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat Departemen Manajemen Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (Unhas). Selama menempuh studi, beberapa jabatan struktural di kelembagaan kemahasiswaan pernah diembannya. Salah satunya presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas.
Siapa sangka, Renaldi merupakan Duta Wisata Kabupaten Gowa tahun 2021. Ia juga ahli dalam bidang public speaking.
Sebelum menjadi Duta Wisata Gowa, Renaldi pernah mengikuti pageant Tarungka dan Taulolo Kabupaten Gowa 2021.
Dalam pengabdian pada masyarakat, Renaldi pernah menjadi volunteer go teaching 6 IKA5A Makassar tahun 2021, volunteer angkatan 37 Sokola Kaki Langit tahun 2021, relawan Sekolah Jejak Nusantara Komunikasi Koin untuk Negeri tahun 2021, dan panitia pengabdi Desa Sehat Winslow 2018.
Prestasi yang pernah diraih oleh Renaldi, yakni finalis publik health Award Competition Musyawarah Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI) tahun 2019. Juara satu Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia FKM Unhas tahun 2019. Finalis Kehormatan Lomba Karya Tulis ilmiah Politeknik Perkapalan Surabaya tahun 2019.
Sejumlah organisasi juga pernah diikutinya. Sebut saja menjadi staf bidang penelitian pengembangan dan pembinaan anggota HMI Komisariat Kesehatan Masyarakat Vabang Makassar Timur. Staf Divisi Pengembangan Unit Tenis Lapangan Mahasiswa Unhas.
Juga Ketua Forum Mahasiswa Kesehatan Masyarakat FKM Unhas. Presiden BEM FKM Unhas 2020-2021. Pengurus Departemen Pengembangan dan Promosi Kader Bidang Pembinaan Anggota HMI Cabang Makassar Timur 2022 sampai sekarang.
Kenapa sih harus ikut organisasi? Tidak khawatir akan terlambat menyelesaikan kuliah? ”Pertanyaan itu bukan hanya problematika orang-orang di luar sana. Tapi banyak juga mahasiswa baru yang beranggapan bahwa hari ini kita ikut organisasi dan segala macamnya itu hanya akan membuang-buang waktu,” ujar Renaldi ketika menjadi tamu di studio Berita Kota Makassar Lantai III Gedung Graha Pena Makassar.
Meski aktif berorganisasi, Renaldi mengaku tetap bisa fokus kuliah. Yang pertama dia tanamkan adalah komitmennya bisa menyelesaikan kuliah dengan baik. Akhirnya, ia mampu membuktikan dengan mendapatkan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3,9, meski proses penyelesaiannya terlambat satu tahun. ”Jadi teman-teman jangan takut berproses dalam organisasi,” pesannya.
Apa hubungan antara FKM dengan Duta Wisata yang disandangnya di tahun 2021? ”Sebenarnya dari kecil saya bercita-cita menjadi seorang dokter. Makanya, di tahun masuk biologi sebagai persiapan mendaftar. Pilihan pertama saya Fakultas Kedokteran dan FKM pilihan kedua. Akhirnya lulus di FKM. Tidak apa-apa, karena sama-sama di dunia kesehatan,” lanjut Renaldi.
Renaldi juga aktif di bidang sosial dan kemanusian sebagai relawan. Sebab di kesehatan masyarakat mereka banyak diperhadapkan dengan pengabdian, baik di dalam perkuliahan maupun organisasi.
”Korelasi antara Duta Wisata dan kesehatan masyarakat ada namanya wisata sehat. Secara khusus langsung dengan dunia kesehatan adalah wisata sehat itu sendiri,” terangnya.
Sebagai Duta Wisata Renaldi, berharap yang harus diintervensi pada dunia pariwisata adalah sumber daya manusianya. Bagiamana dirinya bisa memberikan pemahaman, kesadaran, bahwa berbicara tentang ekonomi bukan hanya terkait dengan pemerintah saja. Tetapi semua harus ikut andil. Pemuda harus memiliki kesadaran akan hal tersebut demi kemajuan bangsa. Karena siapa lagi yang akan memajukan bangsa kalau bukan para pemuda. (*-pkl1)

