SOPPENG, BKM — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulsel melakukan pelepasliaran 16 satwa liar yang dilindungi di Kawasan Konservasi Wisata Alam Lejja Desa Bulue Kecamatan Marioriawa jenis Ever 16 ekor, Jumat (2/12). Ke 16 Julan Sulawesi (Rhyticeras) 10 ekor, Kringkin bukit (PrionitasPlatury) satu ekor dan Prikicidora (Tricholusus otaney) lima ekor.
Kabid KSDA Wilayah II Parepare Ahmad Yani mengatakan burung-burung tersebutdilepas di hutan bebas dalam rangka mensejahterakan mereka karena mereka tinggal di kandang tidak terurus dengan baik. Tidak bisa berkembang biak sama dengan manusia kalau kita dipenjara biar dikasih makan enak kandangnya dari emas tapi terkurung maka tidak bisa juga berkembang biak.
Sementara itu Kepala dinas Pariwisata Kabupaten Soppeng Hj.Andi Nurlina pada kesempatan tersebut mengatakan, dengan adanya satwa satwa yang ada di Sulsel khususnya di Kabupaten Soppeng bisa terlindungi kemudian bisa berkembang biak. ”Satu hal yang saya pikirkan tadi apakah kalau memang memungkinkan sesuai dengan aturan apakah satwa seperti ini bisa ditempatkan di Permandian Alam Lejja,’ katanya.
Menurutnya hal ini bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang datang berkunjung ke Lejja.
”Kalau memang itu bisa tentu kami selaku Dinas Pariwisata mendukung kegiatan seperti ini sehingga satwa yang ada di Kabupaten Soppeng bisa terjaga dan terpelihara, tidak punah dan bisa dinikmati nanti oleh anak cucu cucu kita,” harapnya.
Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng melalui Kepala Seksi Lingkungan hidup Kabupaten Soppeng, Baba berterima kasih karena adanya seperti ini jangan hanya seperti di kota di kota kelelawar saja yang ada jadi burung-burung lain ataukah binatang-binatang lain.
”Kami berharap seandainya bisa ditempatkan di permandian alam dan tentu itu bisa jadi daya tarik bagi pengunjung Lejja,” tandas Baba.
Kades Bulue Abdul Majid meminta kepada balai konservasi sumber daya alam Sulsel jika ingin melapas binatang atau burung tentu kami berharap supaya ada manfaatnya bagi masyarakat sekitar KWA Lejja. Terutama bagi pengunjung jangan sembarang melepas seperti monyet-monyet itu bisa membahayakan masyarakat. (ono/C)

