pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Aplikasi We-Collabs yang Dibawa Raih Gold Prize dan Special Prize

Pemuda Makassar Berjaya di Ajang SIIF 2022 Korea Selatan

MAKASSAR,BKM.COM–Enam pemuda asal Makassar mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mereka berhasil meraih penghargaan pada Seoul International Invention Global Competition (SIIF) 2020 di Korea Selatan (Korsel) dari aplikasi yang diciptakannya.

KEENAM orang itu adalah Fadhil Adam Dzaky, Abd Salam Saputra, M Fadil Muhaimin, Dwi Astuty Arum Sari, Putri Ardinasrayanti Asri, dan Mayang Azkiah. Ketika ke Korsel, hanya lima orang yang berangkat. Satu orang, yakni Abd Salam Saputra tidak berangkat karena terhambat masalah administrasi.

Dua orang pemuda berprestasi yang mewakili rekannya, yakni Fadhil –sapaan akrab Fadhil Adam Dzaky– dan Wiwi, panggilan karib Dwi Astuty Arum Sari menjadi tamu di studio siniar Berita Kota Makassar. Mereka berkisah tentang ajang yang diikutinya itu pada 16-19 November 2022.

Menurut Fadhil, SIIF merupakan program inovasi internasional yang mengumpulkan beberapa delegasi negara-negara dan membawa ide-idenya ke panggung untuk dipresentasikan. Kegiatan ini diselenggarakan Kantor Kekayaan Intelektual Korea (KIPO) dan Korea Invention Promotion Association (KIPA).

Ajang ini memamerkan penemuan internasional untuk dipasarkan dan dipromosikan. Di bawah perlindungan Kota Seoul, World Intellectual Property Organization (WIPO), dan International Federation of Inventors Associations (IFIA), SIIF telah menjadi acara di mana para penemu dan peneliti dari seluruh dunia memamerkan ide dan produk baru untuk produsen, investor, distributor, perusahaan lisensi dan masyarakat umum.

Dalam event SIIF 2022, Fadhil dan kawan-kawan membawa inovasi bernama We-Collabs. Karya tersebut berupa aplikasi yang dapat digunakan masyarakat, terkhusus para penggerak Non-Governmental Organization(NGO), Generasi (Gen) Z dan UMKM dalam berkolaborasi dan bersinergi mewujudkan program Sustainable Development Goals (SDGs).
Fokus utama dalam fitur aplikasi ini, menurut Fadhil, adalah membranding NGO, program kerja, event dan update berita terbaru seputar perkembangan di Indonesia dan dunia. Dengan harapan bahwa aplikasi dan fitur tersebut dapat membantu masyarakat, Gen Z dan pihak yang terlibat untuk dapat meningkatkan produktivitas dalam kontribusi aktif pembangunan negara.

”Selain itu We-Collabs dapat dijadikan sebagai langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang supportif dengan menghadirkan perpaduan peran teknologi dan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mendukung program kerja NGO, event, UMKM dan pemerintah untuk mewujudkan SDGs program di Indonesia. Hadirnya inovasi ini diharapkan dapat mendapatkan dukungan dan perhatian masyarakat, anak muda dan pemerintah dalam menciptakan karya yang tepat sasaran dalam mengatasi permasalahan masyarakat,” jelas Fadhil.

Penjurian SIIF 2022 berdasarkan konsep dan ide dari inventor, kepraktisan, estetika/tampilan, dan proses presentasi selama expo. Penghargaan yang disiapkan berupa gold prize, silver prize, bronze prize, dan special award dari negara luar sebagai kehormatan.

Dalam proses penjurian di ajang ini, inovasi We-Collabs berhasil memperoleh dua penghargaan, masing-masing gold prize dan special prize dari The First Institute of Researchers and Inventors IN I.R.Iran dalam kategori Best Invention.

”Ini merupakan penghargaan pertama yang diperoleh delegasi Indonesia dari Sulawesi dan Makassar, setelah sebelumnya dalam beberapa edisi pelaksanaan SIIF di tahun sebelumnya, perwakilan tim dari Indonesia dari Sulawesi belum ada yang berhasil mendapatkan gold prize,” ungkap Fadhil, yang diamini Wiwi.

”Waktu nama kami disebut, saya kaget dan terharu. Tidak membayangkan bisa mendapatkan gold prize dan special prize. Saya langsung cari bendera (merah putih) untuk kita bawa ke atas panggung,” tambah Wiwi.
Dikisahkan Fadhil, sebelum menciptakan aplikasi We-Collabs, timnya terlebih dahulu fokus memperhatikan permasalahan yang ada di Indonesia secara poin poinnya. Khususnya di bagian human dari source jadi pengembangan masyarakat.

Diperoleh informasi bahwa SDGs di Indonesia itu ternyata memang masih banyak permasalahan yang berkutat di perkembangan dan potensi pemuda atau masyarakat. Dari situ kemudian Fadhil bersama teman-temannya coba menyambungkan kira-kira apa kaitan permasalahan masyarakat sekarang yang lagi booming.
”Kebetulan sekarang Generasi Z itu anak-anak muda dan kebetulan ada organisasi sebagai tempat untuk menggerakkan anak muda. Saya langsung kepikiran dengan permasalahan masyarakat yang ditemui. Dari situ dibuatkan benang merah dengan organisasi, supaya organisasi-organisasi dari Gen Z yang ada di Makassar dan Sulawesi itu bisa diberdayakan,” jelas Fadhil.

Fadhil dan kawan-kawan memilih nama aplikasi We-Collabs dengan alasan, ketika orang membaca aplikasi tersebut mereka tahu dan bilang bahwa ini aplikasi untuk berkolaborasi. Hal itu dibuktikan dari fitur-fitur yang dibuat bersama tim. Fokusnya selain organisasi, juga memperkenalkan komunitas anak muda yang ada. Juga program-program kerja dari tiap organisasi. Ada pula berita-berita seputar perkembangan SDGs, baik secara nasional maupun internasional. Termasuk ada semacam event untuk anak-anak muda.

”Aplikasi ini dibuat untuk kolaborasi antara pemerintahan, komunitas, masyarakat dan generasi milenial itu sendiri. Kenapa kita kolaborasi dengan pemerintah? Karena ada program-program pemerintahan yang bisa dibangun dengan komunitas dan masyarakat misalnya, itu yang ingin ditahu informasi,” terang Fadhil.

Fadhil sendiri sudah enam kali keluar negeri. Pertama adalah event di Malaysia sebanyak tiga kali, kemudian Singapura, dan juga Thailand. Sementara Wiwi pertama kali ke Thailand kemudian Korea. Di Thailand wiwi dapat silver medalnya, lalu ke Korea mendapatkan gold prize.

Fadhil yang lahir di Makassar, 2 Mei 1998 saat ini tercatat sebagai karyawan swasta. Ia pernah tercatat sebagai penerima hibah PKM-P Kemeristekdikti 2017. Menjadi peserta terbaik Latihan Dasar Kepemimpinan Tingkat Satu. Juara dua lomba LKTI FORNANO, Unsri. The Best Resercher Indonesian Young Professional Paper Award. Dia juga juara tiga Lomba LKTI ANEPH, Unida. Peserta teraktif Latihan Kepemimpinan Tingkat Dua.

Fadhil adalah peraih silver medals World Young Inventors Exhibition (WYIE). Ketika kuliah tercatat sebagai mahasiswa berprestasi tiga Tingkat Fakultas Farmasi Unhas. Peraih Gold Medals World Young Inventors Exhibition (WYIE), Best Invention World Young Inventors Exhibition (WYIE), serta Gold Medals Advanced Innovation Global Competition (AIGC). (*pkl1/rus)



×


Aplikasi We-Collabs yang Dibawa Raih Gold Prize dan Special Prize

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link