MAKALE,BKM — Bencana tanah longsor terjadi di Lembang Miallo, Kecamatan Mappak Kabupaten Tana Toraja, Rabu (13/12) lalu. Sedikitnya 11 rumah warga terancam rubuh — enam diantaranya rusak parah tergerus longsor dan dua warga menderita luka-luka akibat benturan benda keras.
Akibat kejadian ini dua warga setempat Tasik menderita luka dibagian kaki sedangkan warga lainnya Solon kakinya patah. Rumah keluarga Pasak hanyut terseret longsor dan rumah milik Ambe rusak parah. Rumah Indok Lina, Rerung dan Ambe Dewi hanya bergeser beberapa meter. Tiga unit rumah warga lainnya rusak ringan dan terancam terseret longsor.
Kini sebanhyak 31 jiwa sudah diungsikan dan mendirikan tenda darurat. Longsor terjadi lantaran intensitas curah hujan tinggi membuat longsor di beberapa titik, arus lalulintaspun lumpuh total.
Kepala BPBD Tana Toraja, Cristian Batara Sakkung membenarkan telah menerima laporan dari aparat pemerintah setempat. Bencana longsor di Lembang Miallo mengakibatkan akses jalan warga lumpuh total dan wilayah lainnya terisolir.
Pihak BPBD sejak Kamis (15/12) telah turun ke lapangan melakukan identifikasi warga terdampak longsor, sekaligus menyalurkan bantuan dan tanggap darurat.
”Kami mengimbau masyarakat Tana Toraja waspada dan hati- hati selama cuaca ekstrim, ”ujar Cristian.
Sebelumnya Kapolsek Simbuang-Mappak, Iptu Andarias melaporkan sedang berada di lokasi longsor bersama Bhabinkantibmas dan personel lainnya bersama mssyarakat mengevakuasi korban
Kadis Sosial, dr Adriana Saleng Kamis (15/12) mengatakan distribusi bantuan pangan ke Miallo berupa beras, telur,mie instan, kopi, gula dan makanan siap saji, alat makan, alat dapur, kasur, selimut, tikar gulung, terpal, alat mandi, serta pakaian layak pakaian.
”Semoga para terdampak bencana diberi kekuatan dan kesabaran menghadapi cobaan ini, ”imbuh Adriana. (gus/C)

