MAKASSAR,BKM.COM–Menjadi seorang model tak sekadar modal cantik. Lebih dari itu, attitude (sikap dan perilaku) menjadi hal yang utama. Zaskia Nur Islamia menyadari hal itu.
USIANYA masih belia, yakni 15 tahun. Duduk di bangku kelas satu SMA Negeri 10 Gowa. Walau begitu, sederet prestasi telah berhasil ditorehkanya. Terbaru adalah menjadi juara pada ajang Indonesia Girls Sulsel 2022.
Ketika menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Zaskia bertutur bahwa dirinya mulai terjun di dunia modeling sejak duduk di kelas tiga SD. Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengaku menjadi model atas saran ibunya. Kebetulan, sang mama mempunyai teman yang anaknya seorang model. Dari situlah Zaskia tertarik dengan dunia modeling hingga sering mengikuti lomba.
Di tahun 2021 ia bergabung dalam sebuah sanggar. Pertama kali yang dipelajarinya adalah menari, model, dan make up. Tak lupa tentang sikap dan perilaku. ”Attitude merupakan yang paling utama ketika kita berkomunikasi dengan orang lain,” ujarnya.
Menggeluti dunia model, diakui Zaskia sama sekali tidak menggangu proses belajar mengajarnya. Karena di sekolah semua guru tahu dan mengerti bahwa ia seorang model. Artinya, ia harus bisa mengimbangi antara sekolah dan profesi yang dilakoninya.
Ketika guru mengetahui prestasi yang diraih Zaskia, mereka pun turut berbangga. Demikian pula orang tuanya yang selama ini sangat mendukung pilihan buah hatinya.
Diakui Zaskia, ia punya cita-cita menjadi seorang pramugari. Berbeda dengan harapan orang tuanya yang ingin anaknya kelak menjadi seorang polisi wanita (polwan). ”Cita-cita mau jadi pramugari, karena bisa terbang berkeliling,” begitu alasannya.
Orang tua Zaskia selalu memberikan motivasi, dengan harapan anaknya bisa menjadi orang yang sukses. Tidak salah jika ia kelak intin menjadi seorang Putri Indonesia. Percaya diri pun terus diasahnya dalam ajang lomba yang diikutinya.
Sebelumnya, Zaskia pernah mengikuti beberapa lomba. Di antaranya Ana’ Dara Malle’bi tingkat provinsi dan berhasil meraih juara dua. Dalam lomba, Zaskia biasa menampilkan bakat menari, modeling, dan juga memainkan alat musik berupa gitar. Pertama kali bermain gitar, karena termotivasi setelah melihat video seorang cewek yang melakukannya.
Selain aktivitas bersekolah dan sanggar, ia juga aktif les gitar. Ia mengaku bisa membagi waktu untuk melakukan kegiatan tersebut.
”Kalau capek, sudah pasti. Tapi mama selalu memberi semangat dan bilang, nikmatilah setiap proses yang kamu hadapi,” katanya.
Mesi begitu, Zaskia pernah merasa kurang percaya diri alias insecure dengan kulitnya. Dan lagi-lagi, ibunya yang terus memberikan motivasi dan dukungan. Ia selalu menguatkan dirinya dengan inspirasi yang diberikan mamanya.
Di mata Zaskia, seorang ibu merupakan sosol yang luar biasa. ”Karena tanpa mama yang luar biasa, tidak akan ada anak-anak sehebat kita,” ujar Zaskia sambil menyebut Ranihermaya, nama ibundanya.
Ia pun berpesan, jangan pernah patah semangat bagi yang memiliki kulit hitam. Karena mereka bisa juga meraih prestasi membanggakan. Jangan pula pernah memikirkan apa yang orang lain pikirkan di luar sana. ”Tetaplah termotivasi dan memotivasi diri untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin,” kata Zaskia. (*-pkl1/rus)

