pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jagung Bisa Mensejahterakan, Solusi Bagi yang Baru Sarjana

Mahtiar Manadjeng, Regional Sales Manajer PT Sijenta Sedd Indonesia Wilayah Sulsel-Kalimantan

MAKASSAR,BKM.COM–Wilayah Sulawesi Selatan memiliki potensi pertanian yang cukup besar.

Termasuk jagung. Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu daerah dengan lahan yang cukup luas untuk tanaman jagung. Bagaimana dengan pengelolaannya?

BAHTIAR Manadjeng merupakan Regional Sales Manajer PT Sijenta Seed Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dan Kalimantan. PT Sijenta merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertanian. Kantor pusatnya berada di

Swiss. Perusahan multinasional ini beroperasi di 110 negara. ”Untuk Dijenta di Indonesia memiliki dua core bisnis, yaitu divisi protection atau pestisida juga disebut obat-obatan, dan divisi kedua yaitu sheet bisnis,” ungkap lelaki yang akrab disapa Tiar itu ketika menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar.

Tiar bekerja pada divisi benih sejak 2018. Menurutnya, di Sulawesi Selatan, ketika berbicara tentang jagung itu sangat penting. Karena Sulsel berada pada urutan keempat terbesar luas lahan jagungnya setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lampung.

“Jumlah besar bukanlah menjadi sesuatu yang jadi syarat mutlak untuk menjadi leading dalam satu kebijakan di komoditi. Maksud saya, Gorontalo dari luas sebenarnya tidak lebih setengah dari luas lahan jagung Sulawesi. Kita lebih luas. Hampir 400.000 hektare. Kalau Gorontalo itu hanya sekitar 150.000 hektare,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjutnya, di Gorontalo industrialisasinya jauh lebih maju dibandingkan Sulsel. Sebab di sana sudah ada dryer-dryer, gudang-gudang besar yang menyerap produksi jagung basah dari petani.

”Pak Fadel (mantan gubernur) di Gorontalo itu bukan sekedar mendorong di hulunya petani menanam jagung, tapi juga mengedukasi mereka mengenai teknologi budidaya. Di sana bukan hanya membuka akses pasar, tetapi mereka mengekspor. Jadi pasarnya bukan hanya skala nasional, tapi internasional,” terang Tiar.

Di Sulawesi Selatan, tambahnya, daerah Jeneponto merupakan salah satu wilayah dengan lahan jagung terluas, yakni 45.000 hektare. Ia lalu merincikan, umur tanaman jagung bisa dipanen dalam waktu 100 sampai 120 hari, bergantung dari varietasnya.

”Katakanlah empat bulan panen, berarti dua kali panen setahun pada umumnya. Lahan tanaman ini mulai dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Istilah kita yang irigasi ada musim tertentu mereka tanam padi-padi-jagung, atau jagung-jagung- padi. Tapi itu tidak sampai 3 persen. Yang banyak itu di daerah dataran tinggi, mulai dari bukit sampai ke gunung dataran tinggi yang ditanami jagung. Dua kali tanam biasanya berdasarkan curah hujan,” jelasnya.

Meminjam istilah petani, Tiar menjelaskan bahwa musim pertama itu di penanaman Oktober dan puncak panen ada di bulan tiga atau bulan empat. Setelah itu tanam lagi, lalu panen di bulan tujuh atau delapan.

”Bulan delapan itu kan musim kering di beberapa tempat. Tetapi tidak semua begitu. Kembali menanam di Oktober-November. Bahkan ada yang menanam sampai Desember,” jelasnya.

Namun, di wilayah Luwu Raya, karena hujan ada terus menerus sehingga petani bisa menanam terus menerus pula. Hal ini menjadi keunggulan bagi Sulawesi Selatan. Pada saat masa paceklik di Jawa, Sulsel bisa panen dan menyuplai daerah-daerah pendukung.

Tiar menerangkan tentang jagung hybrid atau jagung kuning, istilah petani. Menurutnya, jagung jenis ini sebenarnya untuk pakan. Lebih banyak untuk ayam broiler. Biasanya diolah oleh perusahaan-perusahaan besar untuk
dijadikan pakan.

Menurut Tiar, bila bicara tentang jagung industri, berbicara ekosistem bisnis hulunya adalah jagung dan hilirnya adalah peternakan karena tidak bisa ada ayam petelur. Sijenta menyiapkan beberapa solusi teknologi dari sisi benih.

”Kita berkolaborasi mendorong ini supaya SDM petani bisa lebih baik, lebih bagus. Dengan begitu, adopsi teknologi mereka bisa lebih bagus, sehingga hasilnya bisa lebih bagus,” tandasnya.

Diakui Tiar, penanaman jagung sebenarnya bisa menjadi solusi bagi para sarjana yang baru selesai di bangku kuliah. Mereka tidak boleh malu untuk bertanding di bidang pertanian. Karena jagung bisa mensejahterakan.

‘”Saya sebutkan contoh sederhananya. Kalau mau beli (mobil) Fortuner, tanam jagung cukup 10 hektare. Satu tahun saya bisa beli itu mobil,” jelasnya. (*-pkl1/rus)




×


Jagung Bisa Mensejahterakan, Solusi Bagi yang Baru Sarjana

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link