pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Mahasiswa KKNT UM Bulukumba Latih Warga Layoa Manfaatkan Limbah Kakao

BANTAENG, BKM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba melaksanakan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah Kulit Buah Kakao (KBK) di Dusun Sarroanging, Desa Layoa, Kabupaten Bantaeng, Selasa (10/01/2023).

Kegiatan yang digelar di rumah Kepala Dusun Sarroanging, Rahman ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKNT di Desa Layoa. Dimana warga di dusun tersebut dilatih memanfaatkan potensi sumber daya lokal berupa limbah pertanian yang tidak dimanfaatkan. Pada kegiatan ini, 4 mahasiswa dari 3 program studi di fakultas sains menjadi pelaksana transfer ilmu pengetahuan yang telah didapatkan di bangku perkuliahan.

Empat mahasiswa yang didampingi dosen pendamping ini mengajar tentang cara pembuatan silase berbahan dasar limbah KBK. Silase ini nanti yang digunakan sebagai pakan ternak ruminansia.

Para mahasiswa bukan hanya melatih memanfaatkan limbah KBK. Mereka juga melatih masyarakat tentang peningkatan nilai ekonomis dan pemasaran produk limbah KBK berbasis teknologi atau digital marketing.

Kepala Dusun Sarroanging Desa Layoa, Rahman mengatakan,selama ini kulit kakao tidak dimanfaatkan dan hanya dibakar saja. Dengan ada pelatihan ini, kata dia, menjadi ilmu baru bagi masyarakatnya.

“Kulit coklat di sini biasanya tidak dipakai dan hanya dibuang saja. Nanti kalau sudah banyak baru dibakar,” kata Rahman.

Dengan pengetahuan baru ini, Rahman yakin limbah kulit kakao akan berkurang. Malah, kata dia, masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi menjadi pakan ternak.

Salah satu mahasiwa KKNT, Asgaf mengatakan, mereka memilih melakukan pelatihan pembuatan pakan tambahan dari limbah KBK sebagai pakan ternak sapi selain mudah diterapkan kepada masyarakat, limbah KBK juga banyak di dusun tersebut.

“Apalagi di Desa Layoa merupakan desa yang hampir sebagian besar masyarakatnya merupakan peternak sapi, ” kata Asgaf yang mendemostrasikan proses pembuatan silase dari limbah KBK.

“Limbah KBK di Dsa Layoa sangat banyak namun tidak dimanfaatkan. Padahal selain menjadi pakan ternak juga dapat juga dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan bahan pembuatan kripik,” tambah mahasiswa KKNT lainnya, Kartika. Pada kegiatan ini Kartika menguraikan manfaat dan nutrisi dari limbah KBK.

Sementara itu,  perwakilan mahasiswa prodi Aktuaria, Khusnul Khatima di depan warga Dusun Sarroanging menyampaikan bahwa dengan sosialisasi pemanfaatan limbah KBK ini diharapkan masyarakat dapat mengolah limbah pertanian mereka dengan baik serta dapat meningkatkan nilai ekonomi limbah KBK.

“Hasil dari pakan tambahan dari limbah kulit kakao ini dapat digunakan sendiri oleh masyarakat, atau dapat dijual yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat,” kata Khusnul.

Di tempat yang sama, dosen pendamping lapangan KKNT Desa Layoa, Andi Waliana Syaggaf, S.Pt., M.Si menjelaskan, program kerja ini adalah bentuk kolaborasi dari 3 program studi yang ada di fakultas Sains Universitas Muhammadiayah Bulukumba.

Program kerja ini, kata Waliana, merupakan kegiatan wajib bagi peserta KKNT. Adapun empat mahasiswa turut aktif di pelatihan tersebut menjadi pemateri. Mereka adalah  Asgaf (Prodi Peternakan), Kartika Novi Astuti (Prodi Kimia), Riskatul Amaliah (Prodi Aktuaria) dan Khusul Hatimah (Prodi Aktuaria).

Waliana yang jebolan Fakultas Peternakan Unhas ini berharap mahasiswa KKNT di Desa Layoa dapat bersinergi dengan masyarakat dan aparat desa untuk memecahkan kendala-kendala yang dihadapi masyarakat sesuai dengan bidang ilmu yang mereka kuasai. Salah satunya seperti pemanfaatan limbah KBK sebagai pakan ternak.

Pada kegiatan yang diikuti kurang lebih 20 orang petani/peternak ini turut dihadiri Sekertaris Desa Layoa Iskandar, Kepala Dusun Kampung Beru dan Kepala Dusun Jenetalasa. (*)



×


Mahasiswa KKNT UM Bulukumba Latih Warga Layoa Manfaatkan Limbah Kakao

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link