MAKASSAR, BKM–Politisi yang berminat menjadi bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) pada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Makassar sudah cukup banyak.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB kota Makassar, Fauzi Andi Wawo mengakui jika komposisi Bacaleg di beberapa daerah pemilihan (Dapil) sudah selesai, bahkan melebihi.
“DPC PKB Makassar, Alhamdulillah sudah clear. Bahkan beberapa Dapil kita lebih,” ujar Fauzi Andi Wawo di DPRD Sulsel, Selasa (10/1).
Fauzi tidak memungkiri jika banyak Bacaleg yang bergabung merupakan kader dari partai lain. Hanya saja Anggota DPRD Sulsel ini belum ingin mempublikasikan nama tersebut. “Mereka dari partai lain yang bergabung ke PKB. Namun mereka meminta untuk tidak dipublikasikan sembari menunggu proses.
Karena komposisi Bacaleg telah rampung, maka pihaknya akan melakukan rapat bersama pengurus DPC PKB Kota Makassar.
Ditambahkan bila saat ini pihaknya masih menunggu skema baru yang dilakukan KPU dengan adanya pengusulan perubahan Dapil.
Dengan aturan perubahan ini kata dia, tentu komposisi Bacaleg akan mengikuti mekanisme tersebut. Pasalanya basis para Bacaleg juga berada di kecamatan yang masuk perubahan Dapil.
“Jadi, kita sekarang lagi menunggu karena ada usulan KPU perubahan Dapil. Untuk itu kami menunggu kalau usulannya jadi maka harus merubah strategi,” jelasnya.
Soal rencana perubahan Dapil, diakui sangat merugikan PKB di Makassar karena partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar ini bukan partai pemenang.
PKB Makassar lebih awal telah memasang target untuk meloloskan lima kadernya duduk di parlemen. Pada Pileg 2019 lalu, PKB hanya mampu mengontrol satu kursi di parlemen Makassar.
“Sekarang kita perbaiki infrastruktur. Kedepan kami lebih fokus bekerja infrastruktur. Jadi hampir semua kelurahan, Alhamdulillah sekarang sudah rampung struktur setiap kelurahan. Saat ini struktur PKB tingkat ranting,”harapnya.
Soal banyaknya politisi yang berminat menjadi Bacaleg di PKB Makassar, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Provinsi Sulawesi selatan Azhar Arsyad mengatakan bila pihaknya akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper tes. dalam uji kelayakan dan kepatutan itu, PKB komitmen Bacaleg dapat membesarkan partai.
“Karena PKB ini politik yang diusung adalah politik kehadiran, tidak boleh berjarak legislatornya dengan masyarakat. Partai politik ini harus memahami, memotret lebih nyata kebutuhan masyarakat,” kata Legislator DPRD Sulsel ini.
Dengan gagasan politik kehadiran ini, kader PKB juga didorong untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Sebab selama ini, masyarakat tidak begitu simpati terhadap perpolitikan.
Politik kehadiran ini juga, kata Azhar, untuk mengaburkan stigma masyarakat bahwa politisi hanya hadir ketika menjelang pemilu. Sehingga politik yang digagas PKB sekaligus menjaga relasi dengan masyarakat.
“Mereka tidak hanya sekedar berinteraksi ketika menjelang pemilu. Karena cara begitu memberi stigma buruk kepada politisi. Itu yang kita lakukan politik kehadiran,” urainya. (rif)

