MAKASSAR,BKM.COM–JALUR pendidikan non formal terus bertumbuh di Kota Makassar, dan Sulsel pada umumnya. Satu di antaranya dan sudah lama ada yakni Tadika Puri. Program pelatihan yang dilaksanakan mulai dari staf airlines, perhotelan hingga yang terakhir program magang ke Jepang.
MENJADI tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Penanggung Jawab Pendidikan dan Pelatihan Tadika Puri Makassar Febriany Katharina We’ulanty Andrie menjelaskan tentang lembaga yang dikelolanya. Mulai awal terbentuknya hingga berkembang seperti saat ini.
”Tadika Puri berdiri tahun 1977. Pada 9 Agustus 2023 ini genap berusia 46 tahun. Awalnya berupa playgroup. Dirikan oleh Dr Hj Yenny Retno Widiarti di Jawa Timur di garasi rumah,” tutur Febriany.
Seiring perjalanan waktu, yayasan ini kemudian mendirikan SD, SMP, SMA, Sekolah Menengah Industri Pariwisata, bahkan kampus Politeknik. Dari situ akhirnya masuk pada pendidikan pelatihan penerbangan. Saat ini di Makassar, Tadika Puri memiliki empat cabang, ditambah satu di Kota Parepare. Sementara di seluruh Indonesia terdapat 34 cabang. Kecuali di Aceh dan Yogya, lembaga ini hadir. Bahkan di Papua ada dua cabang di sana.
Lembaga ini fokus pada pendidikan nonformal dengan bidang pelatihan penerbangan untuk staf airline, pramugari/pramugara, dan perhotelan kapal pesiar. Ada juga pelatihan internet digital marketing, serta sekolah bisnis. ”Pada bulan Juli 2022 kami buka program magang ke Jepang. Sekarang kami sudah punya cabang di Jepang,” ungkap Febrianty.
Menurut Febrianty, lembaganya berorientasi pada pelatihan singkat siap bekerja. Namun, tidak menjamin bisa bekerja karena tidak ada lembaga dapat melakukan hal seperti itu.
”Alumni kami begitu selesai siap bersaing di bidangnya. Karena setelah mengikuti kelas teori, mereka masuk praktik lapangan. Untuk program staf airlines kita beri lima bulan praktik di bandara di internasional dan domestik di seluruh Indonesia. Sementara untuk perhotelan, kita bekerja sama hotel bintang lima di seluruh Indonesia,” terang Febrianty lagi.
Meski waktu pelatihannya singkat, namun Febrianty menjamin para alumni siap bersaing di dunia kerja. Sebab mereka dilatih langsung oleh mentor sesuai bidangnya masing-masing. Misalnya untuk penerbangan, peserta dilatih oleh orang-orang yang aktif di bidang penerbangan. Begitu pula dengan bidang perhotelan. Bahkan, untuk bidang perhotelan, ada peserta yang praktik di Malaysia. Sebab Tadika Puri bekerja sama dengan pengelola hotel di Negeri Jiran itu.
”Sebenarnya beberapa tahun lalu ada juga yang praktik di Thailand dan Singapura. Namun, anak-anak lebih suka ke Malaysia. Setelah tutup dua tahun karena pandemi, sekarang jalan lagi program praktik di hotel Malaysia,” jelas Febrianty.
Ia juga menekankan perlunya mengubah cara berpikir generasi sekarang serta orang tua. Dengan kondisi sekarang, meski sudah menguasai teori namun tidak punya keahlian, akan menjadi bagian dari antrean para pencari kerja. Sementara, dengan pelatihan singkat, walaupun belum ada gelar namun peserta diberi bekal yang memadai agar bisa bersaing.
”Lima bulan belajar, punya keahlian bisa bergabung dengan dunia penerbangan, perhotelan dan digital marketing. Setelah itu bisa melanjutkan pendidikan dengan biaya sendiri dari hasil kerja, dan mampu bersaing dengan lulusan S1,” tandas Febrianty. (*/rus)

