RANTEPAO, BKM — Sudah sepekan longsor yang menutupi jalan poros Lembang Buntu Karua dan Lembang Parinding, Toraja Utara hingga kini belum ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Longsor yang terjadi Kamis (27/4) lalu itu membuat akses jalan kedua Lembang tersebut lumpuh total. Ironisnya hingga Rabu (3/5) siang belum juga dibersihkan.
Camat Rindingallo, Thomas Banne, Rabu (3/5) menjelaskan longsor di dua lembang sudah dilaporkan ke BPBD Torut agar dilakukan pembersihan. Pasalnya poros jalan yang tertutup longsor menjadi poros utama antarkecamatan menuju Kota Rantepao.
”Sangat disayangkan kalau BPBD tak kunjung mengerahkan alat berat sebab berdampak macetnya roda perekonomian masyarakat, ” ujar Thomas.
Terpisah Kepala Lembang Buntu Karua Yakobus menjelasjan, kurang lebih 20 meter badan jalan diwilayah tertimbun longsor setinggi lima meter membuat dua lembang terisolir.
”Jalan penghubung antar Lembang dan kecamatan masih tertutup longsor belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Meskipun masyarakat sudah gotong royong bersihkan material longsor tanah dan pohon tumbang dengan alat seadanya namun belum bisa dilintasi kendaraan,” ujar Thomas.
Longsor terjadi lantaran tingginya curah hujan mengguyur wilayah Kecamatan Rindingallo membuat tanah dari tebing bergerak disertai pohon pinus menutupi badan jalan. (gus/C)

