RANTEPAO, BKM — Ratusan masyarakat tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja Utara (AMTU) mengepung Gedung DPRD Toraja Utara, Senin (5/6). Massa sempat adu mulut dengan anggota dewan penerima aspirasi lantaran rekomendasi dewan ke Bupati terhadap LKPJ dinilai tidak relevan dengan kondisi di lapangan.
Jendral lapangan (Jendlap) Semuel Barumbun tegas kepada mengatakan, program pembangunan selama ini sudah dinikmati masyarakat. Hanya saja ada bahasa dan kalimat rekomendasi dewan perlu disempurnakan semisal pembangunan lebih dominan disatu wilayah.
”Padahal kan esensi pembangunan lebih mengutamakan pemerataan antar wilayah. Salah satu program Bupati Yohanis Bassang (Ombas) dirasakan masyarakat sepakbola Bupati Cup mencari bibit pemain profesional, ”ujar Semuel.
Terpisah anggota Ketua Komisi III DPRD Torut, Harun Rantelembang menjelaskan, sebelum keluar rekomendasi dewan, paripurna penetapan hasil pembahasan LKPK 2022 dihadiri Bupati dan Wakil Bupati. Tentu sangat ironi jika dikemudia ada protes kerahkan massa.
Ditambahkan Harun program Bupati Ombas paduan suara dan sepakbola Bupati Cup, harusnya dianggarkan dalam APBD dan jangan membebani lurah dan lembang. Dewan menddukung program bupati paduan suara dan bupati cup, hanya saja terlalu berat kalau membebani lurah, lembang, dan camat sebab anggaran perkegiatan tersebut ditanggung lembang Rp 5 juta, dengan estimaai total anggaran kurang lebih Rp 100 juta.
”Kami tidak alergi dengan paduan suara dan bupati cup, bahkan sebelumnya saya ketua paduan suara dari Sopai. Hanya saja bupati harusb anggarkan di APBD sehingga kegiatan bupati tidak membebani dana BOS dan anggaran Lembang, ”imbuh Harun. (gus/C)

