MAKASSAR, BKM — Sepak terjang pelaku dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) akhirnya terhenti. Menyusul keberhasilan Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sulsel mengendus aksi mereka hingga tabiat para pelaku pun terbongkar.
Dengan demikian, Polda Sulsel pun mengungkap kasus ini setelah berhasil melakukan penangkapan terhadap sembilan orang pelaku. Selain mengamankan para pelaku, turut pula disita sejumlah barang buktinya.
”Modus operandi mereka pelaku dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan menggunakan dokumen palsu terhadap korban yang hendak diberangkatkan ke Malaysia. Setelah sebelumnya para korban dijanjikan pekerjaan dengan gaji sangat memuaskan sembari memanipulasi data paspor dengan alasan mengunjungi keluarga,” beber Kapolda Sulsel, Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso didampingi Wakapolda Sulsel, Kabid Humas Polda Sulsel, dan PJU lainnya, saat merilis kasus ini di Mapolda Sulsel, Jumat (16/6).
Menurut orang orang nomor wahid Polri di Sulsel ini, terungkapnya kasus yang didalangi sembilan orang pelaku tersebut setelah Ditkrimum Polda Sulsel menerima laporan. Dan laporan itu kemudian dengan cepat ditindaklanjuti dengan turun menyelidiki.
”Jadi sebelum dilakukan penyelidikan, keterangan korban berinisial YS mengungkapkan bahwa dirinya direkrut oleh pelaku berinisial BA. Dan YS merekrut beberapa keluarganya yang berasal dari Desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, kepada keluarganya YS menjanjikan pekerjaan di perkebunan sawit negara Malaysia. Selanjutnya BA berperan mengurus penerbitan paspor, bisa serta membantu melengkapi berkas yang digunakan dalam pengurusan paspor dan visa yang turut dibantu rekannya, kemudian biaya transpor dan visa katanya dipotong nanti lewat gaji korban,” jelas Kapolda.
Keterangan korban lainnya, kata Kapolda lagi, menyebutkan pelaku berinisial JU juga merekrut HA yang berasal dari Dusun IV Kelurahan Lalombundi, Kecamatan Pakue, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.
Modusnya sama dengan korban lainnya, yakni HA, dengan dijanjikan pekerjaan di negara Malaysia. HA kemudian dijemput oleh RT
”Ada enam laporan korban yang kami terima. Mereka enam orang korban itu keterangannya sama dengan modus yang dilakoni komplotan pelaku tersebut yang turut melibatkan oknum petugas Imigrasi Klas I Makassar,” ungkap Kapolda.
Adapun laporan lainnya disebutkan, pelaku berinisial MA merekrut PMI (pekerja migran Indonesia) Asrianto dipekerjakan di Kuala Lumpur, Malaysia penyiapan paspor dibantu pelaku WBA selaku kepala cabang mengatasnamakan PT ISTI JAYA MANDIRI.
Mereka pelaku ini dibantu juga petugas Imigrasi pada kantor Imigrasi kelas I TPI Makassar yakni YU dan Asrianto berteman dengan membayar Rp10 juta serta tidak sesuai dengan prosedur atau ketentuan yang berlaku.
Dalam mengungkap kasus ini, Ditkrimum Polda Sulsel yang terdiri dari personel Satgas TPPO PMI Polda Sulsel melakukan wawancara serta undercover di Kota Parepare pada Juni 2023.
”Diperoleh informasi menyebutkan bahwa terjadi dugaan TPPO PMI. Dimana AS merekrut BA dan pelaku SA yang punya peranan menyuruh menjemput beberapa orang di Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan. Selanjutnya, mereka ditampung di rumah SA di Parepare,” jelas Kapolda lagi.
Kemudian laporan pada 10 Juni 2023, sambungnya, tim memperoleh informasi terkait adanya empat orang PMI dan empat orang anak dicegat dan diamankan hendak berangkat ke Malaysia secara ilegal lewat jalur darat melalui kota Pontianak.
Dari informasi tersebut, selanjutnya tim berangkat ke tempat penampungan (shelter BP3MI Provinsi Kalbar). Di sana, tim melakukan pemeriksaan terhadap korban JA, AZ, HE, dan HA.
Mereka berasal dari Jeneponto dan Gowa ingin ke Malaysia yang menggunakan jasa pengurus atas nama pelaku BE, karena tertarik akan dipekerjakan di perkebunan sawit dengan upah yang tinggi.
Sementara penyelidikan personel satgas TPPO PMI Polres Bulukumba di Bulukumba pada bulan Juni 2023, mendapatkan laporan terjadi dugaan TPPO PMI yang dilakukan pelaku SA dengan merekrut serta menjanjikan pekerjaan di Malaysia serta membiayai pemberangkatan calon pekerja.
”Kini komplotan pelaku sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Kapolda.
Kendati demikian, Kapolda menegaskan, akan berkomitmen terus mengusut jaringan TPPO di Sulsel untuk menyelamatkan anak bangsa.
”Kami betul betul serius dalam menindaki kasus ini. Dan kami meminta masyarakat agar turut berpartisipasi dalam memberikan informasi dalam mengungkap kasus TPPO ini,” tandasnya. (ish-jul/b)

