MAKASSAR, BKM– Sebanyak 11 desa yang ada di Sulsel termasuk dalam kategori desa sangat tertinggal. Dari jumlah itu, di antaranya tersebar di tiga kabupaten, yakni Pinrang, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Pinrang Desa Basseang, Desa Kariango, Desa Lembang Mesakada, dan Desa Letta Tana Toraja Lembang Sandana dan Lembang Simbuang Batutallu Toraja Utara Lembang Baruppu Benteng Batu, Lembang Baruppu Parodo, Lembang Baruppu Utara, Lembang Talimbangan Batu, dan Lembang Sa’dan Ulusalu.
Jumlah itu berkurang dibandingkan 2021 lalu. Tahun 2021, jumlah desa sangat tertinggal di Sulsel berjumlah 38. Terbaru, tahun 2022 turun dan menjadi 11 desa sangat tertinggal.
Penurunan 38 desa sangat tertinggal jadi 11 Desa ditandai pembangunan infrastruktur dan peningkatan tingkat pendapatan masyarakat desa sudah meningkat.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, pihaknya terus mendorong pemberdayaan dan kemandirian di desa, sehingga bisa mengentaskan desa sangat tertinggal.
Sebagai bentuk komitmen itu, Gubernur Andi Sudirman telah melakukan pertemuan dengan beberapa kepala desa terkait. Turut dihadiri oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulsel.
“Untuk tahun ini, kami melakukan intervensi untuk mengentaskan Desa sangat tertinggal melalui alokasi bantuan bantuan keuangan,” jelas Andi Sudirman, Minggu (18/6).
Selain itu, Gubernur Sulsel juga telah mengucurkan sejumlah bantuan keuangan ke kabupaten/kota di Sulsel. Hal itu dilakukan untuk mendukung pembangunan baik infrastruktur.
“Kita harap bantuan keuangan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Termasuk dalam mendorong pembangunan di desa. Sehingga bisa menaikkan Indeks Desa Membangun (IDM) kita di Sulsel. Termasuk melalui program untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (jun)

