RANTEPAO, BKM — Wabub Toraja Utara (Torut) Frederik Victor Palimbong (FVP), membuka rapat kordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Toraja Utara di Ruang Pola Kantor Bupati Marante, Senin (19/6).
Dalam sambutannya Frederik mengatakan tingkat prevalensi stunting di Toraja Utara cukup tinggi. Hal ini menjadi tantangan bagi Pemkab Torut agar memberikan perhatian serius serta berkomitmen bagaimana mengurangi tingkat resiko stunting di daerah ini, sehingga kita kerja bersama adil tepat sasaran.
Kepada para kepala lembang (Kalem) diwajibkan mensosialisasikan kepada masyarakat akan resiko akibat stunting dan cara mencegahnya. Tentu hal menjadi perhatian bersama, bukan hanya Dinas DP3A2KB melainkan semua pihak harus terlibat baik di tingkat lembang, kelurahan, kecamatan hingga tingkat kabupaten.
Menurut Dedy, anggaran yang dikucurkan pemerintah telah direncanakan matang untuk penanganan kemiskinan, penurunan angka stunting dan perencanaan lainnya menciptakan pelayanan prima masyarakat .
”Rakor percepatan penurunan stunting Toraja Utara hendaknya ditindaklanjuti untuk diketahui tahun 2024 Toraja Utara telah tetapkan 19 Lokus Percepatan Penurunan Stunting dari 21 Lokus telah terintegrasi dengan stakeholder terkait, ”terang Dedy juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Toraja Utara (gus/C)

