BARRU, BKM — Warga lingkungan Lembae di kelurahan Coppo sudah beberapa pekan mengalami krisis air bersih. Air PDAM Barru yang menjadi harapan warga, ternyata tidak mampu mengalir hingga ke Lembae.
Direktur Utama PDAM Barru, Ahsan Jafar yang dikonfirmasi, Senin(4/9) menyatakan situasi kemarau ekstrim menyebabkan sumber persediaan air di Waesai dan Batubessi mengalami penurunan.
“Apalagi saat ini terjadi kebocoran pipa di kampung Botto Kallong di Kecamatan Tanete Riaja sehingga aliran air bersih terhenti untuk sementara. Sekarang ada petugas yang terus melakukan pekerjaan untuk memperbaiki pipa yang bocor,” beber Ahsan.
Kondisi pipa bocor, kata Ahsan akan turut mempengaruhi kekuatan air. “Apabila ada kebocoran pipa, maka tempat yang semakin jauh jaraknya dari kota Barru semakin sulit memperoleh air PDAM,” ujarnya.
Ahsan juga menjelaskan kondisi pipa yang mengaliri air bersih dari sumber air di Waesai rata-rata sudah berusia tua sehingga layak untuk dilakukan pergantian pipa.
“Meski begitu kita masih terus melakukan pelayanan dengan memperbaiki pipa yang bocor dan warga yang melapor karena sulit memperoleh air bersih silahkan dilaporkan dan kami siap mengirim armada untuk mensuplai air PDAM,” terangnya
Selain itu, mantan Komisioner KPU Barru ini menambahkan bahwa saat ini juga kondisi volume air pada sumber air bersih di Waesai di kecamatan Tanete Riaja yang dikelolah PDAM Tirta Waesai Barru saat ini semakin mengalami penurunan dimusim kemarau.
Saat ini penurunan volume air di Waesai kata Direktur Utama PDAM Tirta Waesai Barru, Ahsan Jafar dari 50 meter perkubik turun menjadi 30 meter perkubik.
“Kondisi musim kemarau menjadi pemicu penurunan volume air dipusat sumber air di kawasan Waesai. Meski terjadi penurunan volume, Pihak PDAM masih terus berupaya memaksimalkan pelayanan dengan mengirimkan tangki air kepada warga yang memang benar-benar membutuhkan suplai air bersih,”jelasnya.
Padahal sebelumnya salah seorang warga Lembae, Ahmadi menceritakan kondisi kesulitan air bersih yang dialami di Lembae. “Warga Lembae dalam sepekan terakhir sudah dua hari tidak menikmati air bersih dari PDAM,” ujar Ahmadi. (udi/C)

