MAKASSAR, BKM — Jajanan ringan merupakan bentuk camilan yang sangat popular untuk semua umur di luar waktu dan jenis makanan ringan, yang dapat dibeli di swalayan sampai warung kecil di lingkungan kampus dan masyarakat. Namun, jajanan ringan ini lebih merupakan pelengkap dan gaya hidup, terutama dalam menemani kegiatan kaum milineal daripada memikirkan aspek gizi yang terkandung di dalamnya.
Kalsium merupakan makromineral yang memiliki posisi sentral dalam kesehatan tulang dan gigi yang kuat. Setiap hari dibutuhkan 1000-1200 mg kalsium, yang diharapkan terpenuhi dari bahan makanan yang dikonsumsi. Susu menjadi salah satu sumber kalsium yang tinggi dan menjanjikan. Namun karena harganya yang cukup mahal, sehingga hanya orang dengan tingkat ekonomi tertentu yang dapat membelinya.
Kekurangan kalsium pada generasi muda, terutama mahasiswa akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan tulang dan gigi, postur tubuh yang tidak sesuai dengan status gizi yang baik, kelemahan tulang sampai osteoporosis dini bisa menghantui kehidupan mereka.
Atas dasar itu, tim dosen dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas) membuat jajanan yang tinggi kalsium dengan harga terjangkau. Proses pembutannya melibatkan ahli biokimia metabolisme, ahli gizi, ahli pertumbuhan tulang, ahli agribisnis dan entrepreneurship. Termasuk mahasiswa dalam penelitian akhir untuk menguji kandungan gizi, sekaligus tingkat penerimaan jajanan ringan tersebut di kalangan mahasiswa dan civitas akademik Unhas.
”Renstra Unhas mendukung pengembangan sumber daya laut. Untuk itu kami membuat makanan ringan yang difortifikasi dengan tepung ikan teri dalam berbagai konsentrasi untuk meningkatkan kandungan kalsium dalam jajanan ringan tersebut. Hasil penelitian dan data gisi menunjukkan dua sendok teri setara dengan mengkonsumsi 500 mg kalsium. Harapan kami mahasiswa dan masyarakat yang mengkonsumsi dua bungkus jajanan ringan ini sehari sudah menyuplai dirinya dengan 1000 mg kalsium sehari,” terang salah satu anggota tim Dr. dr. Syahrijuita,M.Kes,Sp.THTBKL (K) dari Departemen Biokimia.
Dalam tim ini ada pula Dr. dr. Aidah Juliaty Baso, Sp.A (K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran, dan Prof. Dr. Ir. Mardiana E. Fachry,MS dari Departemen Agribisnis Fakultas Perikanan dan Kelautan. Kolaborasi dijalin dengan CV Prima Cita Rasa Makassar untuk membuat dan menghilirisasi kedua kerupuk ini agar bisa dinikmati masyarakat di Kota Makassar dan sekitarnya sebagai salah satu jajanan ringan sumber kalsium. Kolaborasi ini memanfaatkan pendanaan hibah dari Program Pengembangan Usaha Produksi Intelektual Kampus (PPUPIK) 2023.
Adapun jajanan ringan yang dipilih berupa kerupuk tahu dan kentang yang ditambahkan tepung teri 20 persen dan telah diuji penerimaan pada 25 panelis tidak terlatih. Walaupun kedua jajanan ringan seperti ini sudah banyak di masyarakat, tetapi penambahan dan fortifikasi menggunakan tepung teri menjadi keunikan tersendiri, sekaligus sumber kalsium yang murah dan terjangkau.
Pada Gebyar 17 Agustus 2023 memperingati Kemerdekaan RI, FK Unhas melauching dua jajanan ringan tersebut. Masing-masing Kerupuk Tahu (T-Kal) dan Kerupuk Kentang (K-Kal). Kedua jenis keripik ini telah diformulasi dengan sumber kalsium alami, sehingga bukan sekadar untuk menggoyang mulut dan lidah, tapi juga harganya berkompetitif dengan jajanan ringan yang telah ada. Sekaligus bisa membantu para ibu menjaga generasi muda Indonesia agar memiliki tulang dan gigi yang sehat dan kuat. (rls)

