MAKASSAR, BKM — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar terus berupaya mendorong peningkatan pendapatan melalui pajak daerah. Berbagai strategi pun diterapkan.
Selain menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, Bapenda juga menyiapkan berbagai program menarik untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak. Termasuk memberi apresiasi kepada masyarakat maupun perusahaan yang taat pada pembayaran pajak.
Dalam rangka pemberian apresiasi bagi pengelola dan wajib pajak atas kontribusinya untuk mecapai target penerimaan pajak guna kemajuan ekonomi dan pembangunan daerah, Bapenda Makassar menggelar Bapenda Tax Award di Claro Hotel pada Rabu malam (6/12). Kepala Badan Pendapatan Daerah Makassar Firman Hamid Pagarra mengatakan, melalui Tax Award 2023 ini Pemkot Makassar memberikan apresiasi kepada 300 pengelola dan wajib pajak berprestasi.
“Yang menerima seluruhnya 300 wajib pajak yang akan diantarkan langsung. Yang menerima secara simbolis sekitar 27 wajib pajak,” ujarnya.
Dia melanjutkan, untuk mendorong kemudahan pembayaran pajak, pihaknya sudah melakukan sejumlah inovasi. Salah satu yang cukup populer adalah kehadiran aplikasi Aplikasi Pajak Terintegrasi dan Terdigitalisasi (Pakinta).
Aplikasi ini sudah digunakan sejak tahun lalu dan sudah teruji mampu mengefektifkan pembayaran sejumlah jenis pajak. Karena keunggulannya, Pakinta masuk dalam lima besar inovasi nasional.
“Mudah-mudahan di Innovation Goverment Award (IGA) Pakinta masuk sebagai salah satu finalis lima besar. Semoga bisa menembus karena sekarang sudah masuk 10 besar,” jelas Firman.
Mantan Kabag Humas Pemkot Makassar itu mengatakan, inovasi ini sudah cukup berperan penting dalam peningkatan PAD Kota Makassar, yang angkanya saat ini mencapai Rp1,25 triliun. Bahkan aplikasi ini sudah beberapa kali menyabet juara, dan menjadi percotohan bagi daerah lainnya di Indonesia, hingga ikut diperkenalkan di kancah internasional.
“Itu ada yang diberikan terakhir oleh Kemenko dan BI, Pakinta dianggap maju dalam Digitalisasi Kota di Seluruh Indonesia dalam hal pembayaran,” sambung Firman.
Lebih lanjut, Bapenda seyogianya telah menargetkan digitalisasi ini bisa diaplikasikan di semua lini. Alasannya selain efisien dan cepat, juga akuntabilitasnya yang cukup baik.
“Bahkan ke depannya juga kita (mau digitalisasi) buat retribusi. Kan ada beberapa yang bersifat konvensional, ini kita coba nanti. Kita coba duduk bersama langkah apa yang akan kita ambil untuk menjadikan seluruh pembayaran, baik retribusi dan pajak itu digital semua,” tandasnya.
Sementara itu, Asisten III Pemkot Makassar Mario Said mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendorong pajak Makassar. Apalagi laporan terakhir telah surplus Rp140 miliar dibanding tahun lalu.
Dirinya juga mendukung upaya digitalisasi ini. Menurutnya, zaman sekarang ini dibutuhkan sebagai bagian dari efesiensi pelayanan. “Lewat Qris, e-money jadi kita berterima kasih karena ini membantu mendorong capaian pajak kita,” ujarnya. (rhm)

