MAKASSAR, BKM — Ini kabar kurang mengenakkan bagi pengguna jasa moda transportasi massal di Kota Makassar, khususnya Transportasi Ekonomis, Mudah, Aman dan Nyaman alias Teman Bus. Mengawali tahun 2024, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memutuskan untuk menghapus dua koridor
Teman Bus, masing-masing pada koridor tiga dan empat, melalui skema Buy The Service (BTS) Trans Mamminasata per tanggal 1 Januari 2024.
Direktur Angkutan Jalan Dirjen Hubdar Kemenhub Suharto dalam laman resmi https://hubdat.dephub.go.id mengumumkan penghapusan koridor tersebut.
Dijelaskan, layanan BTS Trans Mamminasata yang dimulai sejak tahun 2021 merupakan upaya mengurangi pergerakan kendaraan pribadi, termasuk sepeda motor untuk beralih ke angkutan umum. Sejak saat itu secara bertahap telah melayani empat koridor, yakni koridor satu yang mencakup Panakukang Square-Pelabuhan Galesong, koridor dua Mal Panakukang-Bandara Sultan Hassanudin, koridor tiga Kampus 2 PNUP-PIP, dan Koridor empat Kampus Teknik Unhas Gowa-Panakukkang Square.
“Jenis layanan tersebut bersifat stimulan dan sementara dari pemerintah pusat. Pengoperasian selama dua tahun terakhir ini telah memberikan pengenalan kepada pemerintah daerah atas jenis layanan yang diberikan kepada masyarakat sebagai wujud kehadiran, sekaligus kewajiban pemerintah atas pelayanan angkutan yang aman, nyaman, selamat dan terjangkau kepada masyarakat sebagaiman amanat UU 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” jelas Suharto, Jumat (29/12) lalu.
Menurut Suharto, pada awal operasi Trans Mamminasata hingga saat ini tingkat keterisian penumpang (load factor) masih di bawah 35 persen. Upaya untuk meningkatkan load factor terus dilakukan, baik melalui evaluasi secara berkala, rapat koordinasi dan focus group discussion dengan stakeholders. Namun upaya tersebut belum memberikan hasil sesuai yang diharapkan.
“Maka terhitung mulai 1 Januari 2024 Kemenhub tetap memberikan layanan Trans Mamminasata, dari empat menjadi dua koridor, yaitu koridor satu Panakukang Square-Pelabuhan Galesong dan koridor dua Mall Panakukang-Bandara Sultan Hassanudin,” terang Suharto.
Adapun dua rute lainnya, yaitu koridor tiga (Kampus 2 PNUP-PIP) dan koridor empat (Kampus Teknik Unhas Gowa-Panakukang Square, berdasarkan hasil rapat koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah, pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah daerah.
“Selanjutnya kami akan menambahkan koridor khusus untuk melayani integrasi dengan moda kereta api sejalan dengan telah dioperasikannya Stasiun KA Mandai,” kata Suharto.
Diharapkan dengan adanya perubahan rencana layanan ini dapat menjadi perhatian bagi masyarakat, khususnya di wilayah Mamminasata.
Kepala UPT Mamminasata Dinas Perhubungan Sulsel Nurdiyana yang dihubungi terpisah, Selasa (2/1) menjelaskan penghentian operasional dua koridor Teman Bus itu terkait masalah anggaran. Anggaran pemerintah pusat untuk mensubsidi Teman Bus di 10 kota terbatas.
“Sehingga diberikan ruang bagi pemerintah setempat untuk mengambil alih beberapa koridor di wilayah masing-masing. Bergantung kesanggupan pemda setempat,” kata Nurdiyana.
Walau pemda diberikan ruang untuk mengambil alih koridor tiga dan empat, namun untuk saat ini dua koridor itu tidak lagi beroperasi. Hal ini pun berdampak pula kepada para pengemudinya.
“Yang jelas mobil berhenti beroperasi, berikut dengan pramudinya kena dampak juga,” kata Nurdiyana.
Karena dua koridor berhenti beroperasi, maka secara otomatis armada bus juga tidak beroperasi. Setidaknya ada 34 unit bus yang juga berhenti beroperasi karena berhentinya dua koridor tersebut.
“Kalau Koridor tiga ada 19 kendaraan, dan koridor empat ada 15 unit kendaraan,” ungkap Nurdiyana.
Para pramudi teman bus yang koridornya dihapus, menurut Nurdiyana, ada pihak ketiga yang punya urusan, yakni perusahaan yang berkontrak dengan pramudi, bukan Pemda. ”Jadi tidak ada keterlibatan Pemda, melainkan dengan operator. Pada intinya PHK pramudi itu dengan operator, bukan Pemda,” tuturnya.
Diyana mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi terkait kelanjutan 34 armada yang disetop operasionalnya. Dia menyebut hal itu merupakan kewenangan Kemenhub dan operator Teman Bus Mamminasata.
“Untuk saat ini kami belum dapat informasi akan dikemanakan (bus yang tidak beroperasi). Karena ini yang berkontrak adalah Kemenhub dengan operator. Jadi kita sama sekali tidak terlibat di dalam business plannya ini Bus Trans Mamminasata,” ungkapnya.
Dia juga tak tahu pasti apakah 34 armada tersebut hanya dibiarkan terparkir begitu saja atau dialihkan ke koridor lain. Diyana kembali menegaskan pihaknya belum menerima informasi lanjutan usai Teman Bus Mamminasata koridor tiga dan empat disetop operasionalnya.
“Kami belum tahu. Kami juga sampai saat ini belum tahu bagaimana kelanjutannya dari bus-bus yang dihentikan pengoperasiannya. Operatornya PT Sinar Jaya Megah Langgeng,” tandasnya. (jun)

