MAKASSAR, BKM — Peristiwa tenggelamnya tiga orang warga Jalan Rajawali, masing-masing Syahrul, AN, dan AD, di belakang Trans Studio Makassar, masih menjadi perhatian masyarakat.
Pasalnya, dari tiga orang yang tenggelam, satu orang belum ditemukan hingga kini, yaitu AD. Sedangkan Syahrul dan AN berhasil selamat setelah diselamatkan nelayan yang melintas di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), Senin (15/1).
Ketiganya tenggelam setelah perahu yang digunakan pergi memancing terbalik karena dihantam ombak besar dan angin kencang disertai hujan deras.
Hingga Selasa sore (16/1) pukul 15.00 Wita. tim SAR belum menemukan AD yang ikut tenggelam bersama dua temannya yang selamat. Pantauan BKM di lokasi kejadian, Selasa (16/1), tim SAR tampak kesulitan melakukan pencarian korban tenggelam karena cuaca ekstrim dan ombak besar disertai angin kencang dan hujan deras.
Sehingga dalam pencarian korban, tim masih melakukan penyisiran di pesisir pantai CPI sampai di belakang Trans Studio. Tim SAR belum melakukan pencarian hingga keluar dari sekitar TKP karena terhalang cuaca ekstrim.
Syahrul, teman korban mengemukakan, AD memang tidak berenang. Sehingga begitu perahu terbalik, mereka bertiga langsung terpisah. Karena dihantam ombak besar disertai angin kencang.
”Saya langsung berenang ke darat dan AN naik di atas perahu sambil menunggu pertolangan dari warga dan tim SAR,” tutur Syahrul.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin, mengemukakan, laporan dari Polsek Tamalate dan Polsek Mariso, satu orang korban tenggelam di belakang Trans Studio belum ditemukan karena cuaca buruk. Sehingga menghambat pencarian korban tenggelam. (jul)

