MAKASSAR, BKM — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendatangi tiga rumah sakit milik pemerintah, Sabtu (20/1). Ia didampingi Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa rumah sakit tersebut memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.
Tiga rumah sakit yang dikunjungi masing-masing Rumah Sakit Labuang Baji yang merupakan milik Pemerintah Provinsi Sulsel, dan dua rumah sakit Kemenkes RI, yakni Rumah Sakit Mata Makassar dan Rumah Sakit Dr Tadjuddin Chalid.
Menkes dan gubernur melihat langsung fasilitas-fasilitas yang ada di dalam rumah sakit tersebut. Termasuk ruang perawatan pasien, ruang operasi, serta fasilitas penunjang lainnya seperti laboratorium dan apotek.
Hadir juga anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham.
Selain itu, mereka juga berdiskusi dengan para tenaga medis dan staf rumah sakit untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan yang dihadapi oleh masing-masing rumah sakit.

Kunjungan pertama di Rumah Sakit Labuang Baji di Jalan Dr Ratulangi Nomor 81, Kelurahan Labuang Baji, Kecamatan Mamajang. Di sini Menkes melihat layanan hemodiliasis, mammografi, CT-Scan, direct radiografi, MRI, ruang poli dan klinik urologi.
Kunjungan ini sekaligus merupakan upaya dari Menteri Kesehatan untuk memastikan bahwa bantuan alat medis kesehatan yang diberikan Kemenkes digunakan dengan efektif dan efisien.
Dengan meninjau langsung kondisi rumah sakit, mereka dapat melihat apakah telah digunakan dengan tepat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita meninjau rumah sakit provinsi, karena Kementerian Kesehatan memberikan bantuan alat untuk penyakit-penyakit kritis seperti stroke, jantung dan ginjal. Kita ingin lihat, apakah alat ini sudah dipasang, kedua sudah digunakan. Ketiga, apakah banyak pasiennya. Alhamdulillah, alatnya sudah dipakai. Ada beberapa yang memerlukan bantuan perizinan kita bantu dan ada memang beberapa dokternya belum ada,” jelasnya.
Adapun untuk kebutuhan dokter, menurut Budi Karya, kekurangan yang ada akan dipenuhi. Namun, ia mengharapkan agar dokter yang direkrut nantinya berasal dari putra dan putri daerah. Pertimbangannya, agar saat mereka bekerja tidak meminta pulang ke kampung halaman. Demikian juga dengan beasiswa diberikan Kementerian Kesehatan.
“Kalau bisa putra daerah, supaya kalau mereka kerja, tidak berpikir lagi untuk pulang ke daerah asalnya,” ujarnya.
Ia menilai rumah sakit ini cukup bersih dengan peralatan rumah sakit yang lengkap.
“Rumah sakit ini bersih, sudah kita kasih alatnya banyak, kita doakan dokternya lebih lengkap,” ujarnya.
Sedangkan, di Rumah Sakit Mata Makassar di lingkar Barat Tallasa City, Menkes dan Gubernur meninjau IGD, poli eksekutif, ICU dan ruang recovery serta ruang kamar operasi. Sedangkan di RS Dr Tajuddin Jalan Paccerakkang, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, dilakukan pengecekn gedung poliklinik, ruang farmasi, radiologi, rehabilitasi center, ruang rawat inap dan poliklinik haji.
“Kunjungan bersama Bapak Menteri ini, memberikan masukan berharga dalam merencanakan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan sistem pelayanan kesehatan di Sulsel,” kata Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin. (jun)

