MAKASSAR, BKM — Sebanyak 1.005 kasus perselisihan antar-tetangga terjadi di wilayah hukum Polrestabses Makassar. Hal ini dikatakan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib, saat melakukan Safari Subuh di Masjid Nurul Tarbiyah, Jalan Gunung Batu Putih, wilayah hukum Polsek Ujung Pandang, Senin (29/1).
Kapolrestabes Makassar dalam safari subuh tersebut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Makassar. Dimana, situasi Kamtibmas di Kota Makassar masih relatif aman dan terkendali. Juga, hal tersebut tidak terlepas partisipasi dari masyarakat setempat.
Ditambahkan, permasalahan sosial lainnya di Kota Makassar, yaitu angka kasus perselisihan antar-tetangga di tahun 2023 itu tercatat 1.005 kasus. Dimana, permasalahan antar-tetangga sering terjadi dikarenakan kurangnya mengontrol emosi masing-masing.
”Alhamdulillah, di awal tahun 2024 permasalahan antar-tetangga mengalami penurunan angka dibandingkan dari tahun 2023,” kata Kapolrestabes.
Hal tersebut tidak terlepas peran penting dari masyarakat Kota Makassar. Apabila timbul perselisihan antar tetangga dapat cepat diselesaikan dengan kekeluargaan serta dapat melibatkan langsung Polisi RW, Bhabinkamtibmas, RW dan RT setempat untuk bersama-sama mencari akar permasalahan yang terjadi. Sehingga tidak merembet ke permasalahan lainnya. Seperti penganiayaan hingga perang antar-kelompok.
”Kami mengajak kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi minuman ballo. Apalagi, menjual minuman ballo kepada masyarakat lainnya. Dimana, minuman ballo tersebut merupakan salah satu faktor utama penyebab terjadinya penganiayaan hingga perang antar-kelompok dan kriminalitas lainnya,” tegas Kombes Pol Mokhamad Ngajib. (jul)

