pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

PUTR Bangun Irigasi Dengan Beton Pracetak

Peralihan dari Konvensional ke Metode Teknologi

BANGUN IRIGASI -- Pemkab Bulukumba mengambil langkah maju dalam sektor pertanian dengan melaksanakan pembangunan jaringan irigasi menggunakan beton pra cetak. Salah satu prioritas saat ini adalah pembangunan infrastruktur yang merata untuk mendukung aktifitas masyarakat

BULUKUMBA, BKM — Pemkab Bulukumba mengambil langkah maju dalam sektor pertanian dengan melaksanakan pembangunan jaringan irigasi menggunakan beton pra cetak. Salah satu prioritas saat ini adalah pembangunan infrastruktur yang merata untuk mendukung aktifitas masyarakat.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bulukumba Andi Zulkifli Indrajaya, Senin (29/1) mengatakan sesuai komitmen bupati yang menginginkan pembangunan infrastruktur lebih berkualitasmaka Dinas PUTR membangunan irigasi melakukan peralihan teknologi dari metode konvensional ke metode teknologi pabrikasi beton pra cetak.
”Belum optimalnya ketersediaan infrastruktur fisik merupakan alasan utama mengapa Pemkab terus mendorong penyediaan infrastruktur fisik yang lebih memadai, khususnya di sektor pertanian yang menjadi sektor utama perekonomian daerah,” ujar Zulkifli.

Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan proyek tersebut jelas dia, kebijakan Pemkab menunjukkan komitmen dalam mengadopsi teknologi modern. Kini, masyarakat penerima manfaat bangunan irigasi tersebut sudah bisa menikmati irigasi yang sudah terbangun.
Beton pra cetak yang diadopsi menggunakan model L, sebuah prototipe dengan berat sekitar 53 kg per buah. Salah satu keunggulan utama dari model L adalah umur konstruksinya yang lebih tahan lama. Desainnya mudah dimobilisasi dan memungkinkan pemasangan di berbagai kondisi medan. Kelebihan lainnya adalah kemudahan pemasangan tanpa memerlukan peralatan berat.
“Model ini tidak hanya ramah lingkungan tapi memudahkan dalam operasi dan pemeliharaan,” jelasnya.
Total anggaran tahun 2023 sebesar Rp 29,9 milyar diperuntukkan untuk pembangunan saluran irigasi primer, saluran irigasi sekunder, embung, talang, terjunan dan bangunan pelimpah.

Alokasi anggaran untuk irigasi dari tahun ke tahun terjadi fluktuatif. Pada tahun 2021 sebesar Rp 21,9 milyar untuk 66 paket, tahun 2022 menurun hanya Rp 9,4 milyar untuk pekerjaan 685 meter. Kemudian tahun 2023 kembali meningkat sebesar Rp 29,9 milyar untuk pekerjaan 18,465 meter.
Dengan langkah progresif ini, Pemkab berharap proyek pembangunan irigasi tak hanya memberikan manfaat bagi para petani tapi juga menjadi contoh dalam mengadopsi teknologi inovatif demi kemajuan sektor pertanian.
Sebelumnya, pembangunan saluran irigasi menggunakan model konvensional dengan pemasangan batu dan plasteran dinding saluran. Pihak kontraktor harus memobilisasi bahan bangunan seperti pasir, batu dan semen ke lokasi proyek. (rls)



×


PUTR Bangun Irigasi Dengan Beton Pracetak

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link