MAKASSAR, BKM–Tim Pemenangan Daerah (TPD) untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Ganjar Pranowo- Mahfud MD untuk Sulsel menanggapi isu atau berita yang beredar di media sosial yang menyudutkan kegiatan kampanye yang berlangsung di Upperhils, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, Selasa (30/1).
Menurut juru bicara TPD Ganjar-Mahfud, Muhammad Iqbal Arifin didampingi ketua panitia Ishadi Ishak, ada berita dimedia sosial yang beredar menyudutkan pihak penyelenggara, baik itu terkait biaya transport peserta yang hadir, soal makanan hingga kehadiran anak-anak dalam lokasi kampanye.
Menurut Iqbal Arifin, kegiatan kampanye itu tidak dilaksanakan dengan jumlah massa yang banyak, sebab sifanya kampanye edukatif, “Seharusnya kita kampanye di GOR Sudiang, namun karena ada hal lain, maka kita gelar kampanye edukatif. Jadi kita bikin acara termasuk simulasi, bagaimana cara memilih yang benar,”ujar Iqbal Arifin di Kopizone Panakkukang Makassar, Rabu (31/1).
Dijelaskan bila berita dimedia sosial itu seolah-olah dilakukan secara berencana untuk menjatuhkan Ganjar-Mahfud, “Karena cara bicaranya sang sumber terstruktur serta menampilkan data-data pembanding kegiatan-kegiatan sebelumnya hingga mengajak dengan kalimat ‘viralkan’.”ujar Iqbal Arifin.
Menurut Iqbal yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel ini relawan yang melayangkan protes perihal uang transportasi yang diberikan itu terlalu berlebihan. Iqbal mengaku sudah menyiapkan voucher bensin kepada ribuan relawan sebesar Rp.20 ribu, namun karena semua voucher tersebut tidak bisa mengakomodir beberapa di SPBU maka pihak penyelenggara menkonversi dalam bentuk tunai.
“Jadi bisa saja relawan yang datang di acara kampanye Ganjar di Hotel Upperhils tidak mengetahui bahwa uang tersebut merupakan uang transportasi bensin. Kehadiran para relawan bukan sebagai peserta bayaran, namun relawan yang hadir benar-benar merupakan peserta kampanye yang murni. Kita memang tidak mau menghadirkan peserta kampanye bayaran saya kira itu,”ucapnya.
Ketua panitia Ishadi Ishaq mengatakan, kedatangan ribuan relawan merupakan bentuk penghargaan dan patut diapresiasi dengan memberikan voucher bensin. “Ketidakmampuan SPBU sehingga di kondisionalkan menjadi uang dan telah dibagikan sebelum ada Pak Ganjar,” jelasnya. (jun/rif)

