MAKASSAR, BKM–Menjelang pungut hitung Pemilu serentak 14 Februari 2024, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel terus mengintensifkan pengawasan terhadap konten atau isi siaran dan lembaga penyiaran publik.
Hal ini tentunya untuk mencegah isi konten yang mengandung unsur SARA yang dapat memecah kesatuan dan persatuan bangsa.
“Salah satu tugas dari KPI atau KPID adalah melakukan pengawasan kampanye di lembaga penyiaran, baik di televisi maupun radio,” jelas Komisioner KPID Sulsel Siti Hamidah.
Seperti diketahui, KPI/KPID bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Dewan Pers membentuk Gugus Tugas pengawasan dan pemantau pemberitaan, penyiaran, dan iklan kampanye dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.
Pembentukan Gugus Tugas ditandai dengan penandatanganan keputusan bersama antara KPID Sulsel dan Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (9/2) malam.
“Di pusat melibatkan Dewan Pers. Kalau di provinsi tidak,” sambung Siti Hamidah.
Mimi-panggilan akrab Siti Hamida mengatakan untuk pengawasan secara langsung dilakukan Bawaslu. Kemudian secara teknis merupakan ranah KPU selaku penyelenggara Pemilu.
“Semoga Gugus Tugas ini bisa bekerja maksimal meski penandatanganan keputusan bersama baru dilakukan. Tapi, sebenarnya fungsi-fungsi koordinasi kami sudah lakukan jauh hari bersama Bawaslu dan KPU dalam melaksanakan tugas masing-masing di Gugus Tugas,”ujar Mimi.
Koordinator Divisi Humas Bawaslu Sulsel, Alamsyah juga berharap dengan adanya Gugus Tugas tersebut dapat menambah kepercayaan publik dalam pengawasan, khususnya di persoalan penyiaran, publikasi, dan layanan.
“Pengawasan dan pemantauan pemberitaaan, penyiaran, dan iklan oleh Gugus Tugas terutama yang berada di bawah naungan KPID,”jelas mantan Ketua KPU Kabupaten Pinrang ini.
Alamsyah tetap mengingatkan staf humas Bawaslu kabupaten/kota harus mampu bersinergi dengan media.
Tidak hanya itu, Alamsyah juga menuntut kerja humas harus lebih cepat. Semakin cepat informasi diterima publik, maka semakin baik kerja kehumasan Bawaslu.
Hal itu diutarakan Alamsyah saat membuka Pelatihan Strategi Pemberitaan Positif Kabupaten Kota se Sulsel Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (9/2) malam.
Pelatihan ini melibatkan 54 staf Humas Bawaslu Sulsel dan kabupaten/kota, serta puluhan jurnalis selama dua hari.
Dia pun berharapilmu yang didapatkan dalam pelatihan ini bisa diaplikasikan saat kembali bertugas di daerah masing-masing. “Staf Humas Bawaslu jangan pernah berhenti belajar,” pintanya. (rif)

