pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Laporkan Penggelembungan Suara ke Bawaslu

IST Nunung Dasniar

MAKASSAR, BKM–Para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar petahana sudah dipastikan bakal kehilangan kursi alias tumbang oleh kedatangan calon anggota legislatif (Caleg) pendatang baru.
Bahkan para petahana yang telah duduk tiga periode harus rela kursinya terganti akibat kemerosotan suara di daerah pemilihannya (Dapil) nya.
Tak hanya itu, sejumlah Caleg tetap mempersoalkan adanya kecurangan termasuk dugaan penggelembungan suara yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab.

Menurut legislator Fraksi Gerindra DPRD Kota Makassar, Nunung Dasniar dirinya sudah melaporkan kasus dugaan pengelembungan suara yang ditemukan di sejumlah TPS kepada Bawaslu. Temuan data di lapangan perolehan suara sangat berbeda.
“Kami sudah laporkan lewat kuasa hukum kami, tinggal menunggu bagaimana tindakan Bawaslu karena data kami sodorkan adalah data real lapangan dimana dengan ada jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang menguntungkan Caleg tertentu,” ujarnya.
Apalagi, dugaan pengelembungan suara tersebut sangat merugikan pihak pelapor karena diduga terjadi secara masif di sejumlah TPS. “Kami punya semua itu, dan ada beberapa bukti yang kita pegang kemudian dilaporkan ke Bawaslu atas dasar penggelembungan suara,” katanya.
Begitupun disampaikan, Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) Makassar, Sangkala Saddiko mengaku adanya dugaan penggelembungan suara pada salah satu caleg. Perbedaan antara lampiran C plano yang dibacakan dengan lampiran D-1 menjadi sorotan utama.
“Tentu kami laporkan peristiwa ini ke Bawaslu dan meminta Bawaslu untuk segera menindak dan menemukan pelaku di balik pencurian suara,” tuturnya. (ita/rif)

Belasan Petahana di Makassar Gagal Oppo

BERDASARKAN rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan umum (KPU), para calon anggota legislatif (Caleg) petahana yang tumbang diantaranya dua wakil ketua DPRD Makassar yakni Adi Rasyid Ali dari Partai Demokrat serta Andi Nurhaldin Nurdin Halid.

Selain Andi Nurhaldin juga ada nama H Apiyati Amin Syam, serta Wahab Tahir dari Partai Golkar.
Nunung Dasniar dari Partai Gerindra, Hasanuddin Leo, Saharuddin Said dan Syukron dari Partai Amanat Nasional (PAN).
HM Yunus dari Partai Hanura, Galmerrya Kondorura serta Anton Paul Goni dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Syamsuddin Raga dan Kartini dari Partai Perindo, serta Harry Kurnia Pakambanan.

Perolehan suara para petahana tersebut kalah oleh pendatang baru. Sebut saja, Wahab Tahir kalah dengan Muhammad Yulianto Badwi dan Ismail yang lebih unggul. Saharuddin Said kalah dengan pendatang baru, Irfan Malluserang SIp.
Begitupun Anton Paul Goni yang juga tumbang dengan pendatang baru yakni Andi Tenri Uji Idris. Harry Kurnia Pakambanan yang kalah bersaing dengan wajah baru Dr Tri Sulkarnain Ahmad.
Adapun petahana Andi Nurhaldin Nurdin kalah dengan Eshin Usami Nur Rahman Pina yang meraih suara tertinggi. Sementara suara Galmerrya Kondorura (PDIP) jauh tertinggal dari menantu Wali Kota Makassar dr Udin Shaputra Malik. (ita/rif)



×


Laporkan Penggelembungan Suara ke Bawaslu

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link