MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali (ARA) mengaku bila investasi sosial yang dilakukan selama ini tidak begitu diperhitungkan, namun masyarakat menilai lebih pada minggu tenang sebelum pencoblosan Pemilu 14 Februari lalu.
Untuk itu, ARA yang juga Wakil ketua DPRD Makassar ini menilai jika Pemilu kali ini sangat brutal karena money politik didepan mata menjadi keharusan, bukan kebiasaan. Ini bisa berbahaya sebab dapat merusak sistim demokrasi yang telah berjalan,”jelas ARA, Kamis (21/3) malam.
Menurutnya, turunnya perolehan kursi partai berlambang bintang mercy ini dikarenakan terkena badai besar, setelah perolehan kursi menurun dari 6 kursi Pileg 2019 dan saat ini tinggal menyisakan 3 kursi.
Partai Demokrat juga tidak begitu mendapat efek ekor jas dari Pilpres, beda dengan partai lain diantaranya Nasdem, PKS dan PKB.
ARA mengakui bila sistim yang rusak memang merupakan serba serbi dari sebuah Pemilu, yang mirip drakula, sudah habis daging, darahnyapun juga akan dihisap. “Dengan sistim yang rusak ini membuat Partai Demokrat dihampir seluruh Indonesia turun drastis,”ucapnya Anggota DPRD Makassar tiga periode ini.
Terkait pemilihan wali kota (Pilwali) makassar, Demokrat Makassar akan membuka desk pilkada, “Besok kami rapat bersama DPD, dan sudah diintruksikan untuk bertarung di Pilkada,”ucapnya. (rif)

