MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Nasdem yang juga calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI terpilih Hj Fatmawati Rusdi Masse sangat intens diperbincangkan publik se Sulsel lantaran dinilai layak maju di kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel November mendatang.
Bahkan Fatmawati yang juga mantan Walil Wali Kota Makassar ini juga dinilai sangat layak bila mendampingi Andi Sudirman Sulaiman (ASS) yang pernah tercatat sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulsel sebagai calon wakil.
Fatmawati dan ASS juga pernah bertemu.
Dan terakhir suami Fatmawati yakni Rusdi Masse (RMS) sudah bertemu dengan kakak ASS yang juga Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman (AAS).
Pertemuan empat mata antara RMS yang juga Wakil ketua Komisi IV DPR RI dengan Mentan RI digelar di AAS Building Makassar, Sabtu (30/3) kurang lebih dua jam.
Belum diketahui secara pasti isi dari pertemuan Menten dengan RMS yang juga Ketua DPW Nasdem Sulsel peraih 17 kursi itu.
Saat ditanya sosok yang akan didorong maju di Pilgub, RMS mengaku sudah mengantongi nama, namun belum bisa dibocorkan kepublik. “Sudah ada dihati saya. Saya tidak pernah berfikir dua nama, namun hanya satu nama, tunggu saja,”ujar Anggota DPR RI yang kembali terpilih ini.
Tidak hanya dengan ASS, namun Fatmawati yang pernah juga tercatat sebagai Anggota Fraksi PPP DPR RI ini juga dinilai cocok maju di Pilgub bersama Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto.
Danny juga mengaku nyaman bila berpaket dengan perempuan di Pilgub, karena sudah ada pengalaman di Pilwali Makassar.
“Saya kira perempuan mewakili gender dan secara politik khusus perempuan sangat strategis,”ucap Danny, Sabtu (30/3) malam.
Anggota Fraksi Nasdem DPRD Makassar Supratman juga ikut merespon peket ini. Menurut Supratman, Nasdem sebagai pemenang Pemilu di Sulsel tentu tidak ingin belepas begitu saja peluang, sehingga wajar jika menyiapkan kader untuk Pilgub.
Menurutnya, Pasangan Danny-Fatma (Adama) di Pilwali 2020 lalu bisa berlanjut di Pilgub Sulsel. “Kenapa tidak, semua kemungkinan bisa terjadi,”jelas Supratman.
Sebelumnya, NasDem juga menyiapkan nama Fatmawati untuk Pilwali Makassar 2024.
Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Makassar, Andi Rachmatika Dewi atau Cicu.
Menurut Cicu, alasan partai mendorong Fatmawati yang juga Caleg DPR RI terpilih itu karena peraih suara terbanyak di Makassar.
Bukan hanya itu, Fatmawati juga merupakan kader internal NasDem yang merupakan wakil bendahara umum DPP Nasdem.
“Tentu kita utamakan kader internal, apalagi kakak Fatma menjadi peraih suara terbanyak di Makassar. Itu salah satu alasannya,” kata Anggota DPRD Sulsel itu.
Setelah menetapkan bakal calon, kata Cicu, NasDem juga tengah menjalin komunikasi dengan partai politik (Parpol) lain karena harus koalisi. “Ibu Fatma paling punya kans yang tinggi, apalagi sejak awal NasDem memang mendorong kader maju,” katanya. (rif)
Danny Ingin Menghitung Peluangnya Melibatkan 2 Lembaga
MAKASSAR, BKM–Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang akan maju dalam kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel yang akan digelar November mendatang.
Nama Danny masuk dalam jajaran teratas survei beberapa lembaga. Namun saat ditemui di kediaman pribadinya, Sabtu (30/3) malam, Danny belum ingin menentukan sikap saat ini. “Inikan masih ada residu Pileg dan Pilpres ditandai dengan di MK. Kalau sudah residu ini hilang baru kami akan menentukan sikap,”ungkap Danny.
Walaupun belum menentukan sikap, bukan berarti Wali Kota Makassar dua periode itu hanya tinggal diam.
Komunikasi dengan sejumlah partai politik (Parpol) sudah dijajaki secara diam-diam.
Selain itu, lelaki yang berlatar belakang arsitektur itu juga mulai mempersiapkan survei internal untuk menakar potensinya jika maju di Pilgub.
Rencananya, usai lebaran, dia akan melakukan survei intern dengan menggunakan dua lembaga survei sekaligus.
“Orang-orang yang bakal maju juga pasti orang-orang yang besar. Sehingga kita harus menghitung, mengkalkulasi secara baik termasuk salah satunya survei. Modal komunikasi dengan partai itu adalah dengan survei. Insyallah saya punya survei sendiri yang secara nasional teruji,”ungkapnya.
Dia mengaku 2023 sudah melakukan survei, namun tidak diumumkan ke publik. Hasil survei itu, namanya berada dipapan atas walaupun masih berada di bawah sejumlah nama seperti mantan Gubernur Sulsel ASS dan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.
Danny mengaku namanya masuk dalam jajaran 10 besar saja, sudah sangat bersyukur.
Dia menceritakan pengalaman politiknya saat mau maju di Pilwali Makassar 2013, namanya tidak direken. Tidak masuk 10 besar. Elektabilitasnya pun hanya di angka 0,2 persen. Sementara salah satu kandidat waktu itu ada yang mencapai 48 persen.
Namun ternyata yang memenangkan Pilwali adalah dirinya. Walaupun Pilwali dan Pilgub berbeda. “Jadi semua orang punya peluang,” tegasnya.
Dia mengaku sejauh ini juga sudah menjalin komunikasi dengan ketua-ketua partai. “Sudah ada beberapa ketua partai kami komunikasi,” tambahnya.
Berbeda dengan Pilwali, Danny mengatakan sangat kecil peluang dirinya untuk maju lewat jalur independen. “Saya berharap dapat dukungan partai sama seperti dulu. Partai itu pemilik infrastruktur demokrasi. Lewat parpol itu jauh lebih baik dibanding independen,” pungkasnya. (rhm/rif)

