MAKASSAR, BKM — Kemacetan yang kerap terjadi di jalan poros Maros-Bone, tepatnya di Kappang, mendapat perhatian serius dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulsel bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel serta stakeholder terkait. Satuan Tugas (Satgas) Kappang kini telah dibentuk, yang bertujuan untuk mengamankan serta mengatur arus lalulintas di wilayah tersebut yang saat ini tengah dalam pekerjaan perluasan jalan.
Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Doktor I Made Agus Prasatya mengatakan, pihaknya melibatkan 50 personel gabungan dari jajaran Ditlantas Polda Sulsel, Satlantas Polres Maros, Dishub Sulsel dan pemangku kepentingan lainnya.
“Personel gabungan akan melakukan pengaturan arus lalu lintas di area Camba-Kappang, Kabupaten Maros yang hingga saat ini masih dalam proses pengerjaan perluasan jalan,” ujar Made Agus, Senin (22/4).
I Made Agus menjelaskan, Satgas Kappang ini dibagi menjadi dua, yakni preemtif dan preventif. Kehadirannya dimaksudkan untuk membantu melancarkan perjalanan para pengendara di tengah pengerjaan jalan sepanjang 13 kilometer.
“Di wilayah Kappang, tim Satgas preventif akan meningkatkan patroli di titik macet dan Satgas refresif tetap akan melakukan tindakan kepada para pelanggar di jalur tersebut,” jelasnya.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin meminta warga bersabar menunggu selesainya proses pengerjaan jalur poros Maros-Bone di Camba atau Kappang, Kabupaten Maros. Bahtiar menyebut, proyek tersebut merupakan upaya pemerintah dalam mengurai kemacetan.
“Jalur Kappang ini kan sedang dikerja dan rangkaian (untuk penanganan) macet itu pekerjaan jalan. Aspirasi dari masyarakat segera akan saya pikirkan,” ujar Bahtiar beberapa hari lalu.
Menurut Bahtiar, membangun jalan di tebing tidaklah mudah. Dia mengaku akan mengatur ulang sistem buka tutup jalur agar pengendara tetap dapat melintas.
“Untuk skema pekerjaannya harus diatur waktunya lebih baik lagi kapan ditutup, kapan dibuka. Ini membangun jalan di tebing-tebing tidak mudah, sabarki saja semua. Ujungnya ini untuk kebaikanta semua,” katanya. (jun)

