MAKASSAR, BKM–Kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) di Sulawesi Selatan diminati sedikitnya sebelas bakal calon gubernur dan wakil gubernur.
Para bakal calon tersebut yakni Wali Kota Makassar dua periode Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mantan gubernur Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe (TP), Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), wakil bendahara umum DPP Nasdem Fatmawati Rusdi, Kabaharkam Polri Komjen Pol Dr H Muhammad Fadil Imran, mantan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, Bupati Luwu Utara dua periode Indah Putri Indriani serta Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe.
Semuanya telah melakukan sosialisasi dan komunikasi politik, baik kepada sesama elit partai maupun masyarakat lainnya. Hanya saja, masih banyak kandidat yang belum mendaftar atau ambil formulir di Parpol sebagai bakal calon.
Berbeda dengan Danny Pomanto yang telah mengambil formulir sebagai salah satu kandidat di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan telah bertemu dengan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Danny mengaku telah mendapatkan perintah dari PDIP untuk bertarung di Pilgub Sulsel 27 November nanti.
“Insya Allah saya sudah dapat perintah untuk segera lakukan konsolidasi dan disuruh jalan,”jelas Danny.
Selain PKB dan PDIP, Danny juga terus menjalin komunikasi dengan seluruh partai politik di Sulsel.
Meski demikian, Danny mengaku keputusan akan maju bertarung di Pilgub Sulsel nantinya masih menunggu keputusan pada Agustus nantinya.
“Hampir semua partai kita jajaki. Yang namanya masih cair. Jadi soal sosialisasi, kita sosialisasi,” jelasnya.
Terakhir, Danny mendampingi Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Makassar untuk membahas peluangnya untuk diusung Demokrat di Pilgub Sulsel.
“Kok tahu (komunikasi dengan AHY). Paling tidak beliau kan ketua umum, kemudian saya juga dekat dengan teman-teman Demokrat di sini,”ujar Danny usai menghadiri penyerahan sertifikat aset negara di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Makassar, Minggu (28/4).
Dengan kedekatan itu, Danny mengaku tidak kesulitan berkomunikasi dengan Partai Demokrat.
Meski demikian, politisi PDIP menyerahkan sepenuhnya kepada Partai Demokrat apakah akan mengusungnya atau tidak di Pilgub.
Terkait beredarnya flyer dirinya yang berpasangan dengan Indah Putri Indriani di Pilgub, Danny mengaku tak mempermasalahkannya. Baginya, jika diterima dan baik untuk masyarakat paket itu bisa saja terjadi.
“Saya selalu tersanjung dengan siapa pun dipasangkan. Selama itu baik untuk rakyat dan untuk semua, saya oke saja,” ucapnya.
Sementara itu, AHY mengaku partainya belum membahas dan membuka pendaftaran calon kepala daerah untuk Pilkada serentak 2024.
AHY mengaku masih ingin fokus menyelesaikan pekerjaannya sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) “Nanti. Belum, belum (buka penjaringan calon kepala daerah Pilkada serentak 2024),” ujarnya singkat. (jun/rif)
Jika Bersama Indah, Jadi Pasangan HYang Humanis
WACANA agar Wali Kota Makassar dua periode Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto untuk berpaket dengan Bupati Luwu Utara dua perode Indah Putri Indiani di pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel mendapat respon positif dari pengamat politik dari UIN Alauddin Makassar, Dr. Ibnu Hadjar Yusuf.
Menurut Ibnu Hajar, masifnya flyer Danny-Indah tersebut disebar adalah bukti antusias warga terhadap pasangan ini.
“Masifnya flyer ini di WAG di Sulsel adalah bukti respon positif masyarakat terhadap pasangan ini,”ujar Ibnu Hadjar Yusuf.
Dia menilai, duet Danny- Indah sangat ideal. Kalau betul jadi ini, maka ini adalah pasangan paling ideal. Ini pasangan sangat indah dan apik baik dari segi pemikiran dan inovasi, serta dari segi humanis.
“Pak Danny dan bu Indah adalah pemimpin humanis, sombereki berdua, dan masing-masing kepala daerah yang berpengalaman dan berprestasi,” tuturnya.
Menurutnya, Danny dua periode memimpin Makassar bukan hal yang mudah. Sedangkan, Indah dua periode di Luwu Utara juga bukan hal yang mudah.
“Apalagi melewati badai banjir dan longsor tapi bu Indah kuat, tangguh menghadapi musibah ini, bangkitkan semangat warganya di Luwu Utara,” ungkapnya.
Ditambah lagi beliau Bu Indah aktif dalam berasosial media(facebook) menjadi penanda Ibu Indah tak ada jarak dengan warganya beliau begitu dekat dimanapun dan kapanpun itu, sangat aktif membangun ukhuwah dan menyapa langsung warganya dengan gaya khas (santai,humoris).
Dari segi geopolitik juga sangat cocok. Pemetaan geopolitiknya juga sangat cocok, perpaduan Selatan dan Utara. “Jadi intinya kalau pasangan ini terwujud, maka ini mi pasangan yang sangat indah,” pungkasnya. (jun/rif)

