MAKASSAR, BKM — Politisi Mohammad Ramdhan Pomanto menghadiri pembekalan bakal calon kepala daerah (Bacakada) zona Sulawesi Partai Kebangsaan Bangsa (PKB) di Hotel Four Point by Sheraton, Minggu (5/5). Pembekalan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, serta Bacakada baik tingkat gubernur maupun bupati/wali kota.
Ada tiga figur kandidat gubernur yang hadir di acara ini. Masing-masing Moh Ramdhan Pomanto, Ilham Arif Sirajuddin, dan Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki.
Ketua Umum DPP PKB Cak Imin menyebut ada tiga kriteria untuk mengusung calon kepala daerah. Pertama pengalaman, kapasitas, dan kemampuan. Kedua, visi yang sama dan harapan yang bisa ditawarkan kepada masyarakat.
“Ketiga tentunya elektabilitas. Tiga-tiganya berjalan berseiringan selama empat bulan ke depan supaya PKB bisa menitipkan agenda-agenda perubahan. Sama seperti yang kita titipkan ke presiden terpilih,” ujar Cak Imin.
Sebagai salah satu kandidat, Danny tentu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Moment silaturahmi bersama Ketum DPP PKB ini dimanfaatkan untuk meyakinkan mantan calon wakil presiden 2024-2029 agar bisa merebut tiket dari PKB untuk maju di Pilgub Sulsel 2024. Apalagi sejauh ini ada empat figur yang sudah mendaftarkan diri di PKB sebagai Bacagub Sulsel.
“Kita meyakinkan beliau (Cak Imin) bahwa kita sungguh-sungguh dan banyak hal-hal yang bisa dilakukan bersama di dalam proses politik ini sampai menang,” kata Danny saat diwawancara usai pertemuan dengan Cak Imin.
Ia juga mengungkapkan komunikasi dengan PKB dan seluruh partai politik terjalin dengan sangat baik. Sehingga ia membuka peluang untuk bisa berkoalisi dengan seluruh partai.
“Biarkan seperti air mengalir. Semua partai yang membuka pasti saya mendaftar. Persoalan nanti apakah secara bertingkat kita menjadi pilihan partai-partai atau tidak, itu belakangan,” jelasnya.
Danny pun menyampaikan terima kasih kepada Cak Imin dan seluruh pengurus DPP PKB karena mengadakan silaturahmi dengan Bacakada. “Ini hal baru. Luar biasa PKB. Ini membuat kita saling mengenal. Bacakada ini kan bukan cuma kelihatan di balihonya masing-masing, tapi juga betul-betul silaturahmi tersistem, kabupaten/kota, provinsi bahkan se-Sulawesi. Itu yang menarik. Jadi silaturahmi luar biasa sekali,” ujar Danny Pomanto.
Sebelumnya, pada Jumat malam (3/5), Danny bersama istri Indira Yusuf Ismail menyambangi Kantor PPP Sulsel di Jalan Sungai Saddang Lama. Kedatangannya disambut hangat oleh Ketua PPP Sulsel Imam Fauzan, didampingi Wakil Ketua PPP Sulsel Taufik Zainuddin dan Sekretaris PPP Makassar Rahmat Taqwa Qurais. Hadir juga beberapa anggota DPRD Makassar terpilih dari fraksi PPP seperti Fasruddin Rusli, dan Irwan Hasan.
Selain bersilaturahmi, kehadiran Danny bersama sang istri sekaligus membuka peluang untuk bisa mengendari partai berlambang Ka’bah tersebut pada Pilkada 2024.
Wali kota dua periode itu sementara menyiapkan diri dan menyusun strategi untuk bisa bertarung di Pilgub Sulsel. Sedangkan Indira Yusuf Ismail bertekad melanjutkan perjuangan suami dan maju di Pilwali Makassar.
“Saya kira PPP sahabat terdekat juga, jadi wajib saya mendaftar di PPP,” ujar Danny Pomanto saat ditanya soal kemungkinan mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur di PPP.
Sebagai sahabat, lanjutnya, hubungannya dengan PPP cukup dekat. Sehingga kemungkinan untuk berkoalisi dan memenangkan Pilkada 2024 bisa saja terjadi. Baik untuk dirinya yang akan bertarung di Pilgub Sulsel ataupun sang istri Indira Yusuf Ismail di Pilwai Makassar.
“Dalam proses Pilkada itu kan ada kawin-mawin politik, dan sekarang ini pada proses penjajakan. Di Pilkada itu ada patron pilitik untuk apa maju kalau tidak menang, sehingga koalisi politik itu harus semua dengan ukuran-ukuran dan yang jelas partai mau menang kita juga mau menang,” ucapnya.
Ketua PPP Sulsel Imam Fauzan mengatakan bahwa PPP membuka ruang komunikasi kepada seluruh bakal calon kepala daerah. Namun peluang untuk mengusung Danny dan sang istri Indira Yusuf Ismail di Pilkada 2024 pada tingkatannya masing-masing kian terbuka lebar.
“Yang kami lihat bahwa seluruh penjajakan untuk mengusung calon Pilkada, termasuk Pak Wali dan Ibu Indira semua terbuka lebar. Yang paling kami utamakan adalah efek ke partai seperti apa,” ujar Imam. (rhm)

