MAKASSAR, BKM — Tahapan seleksi calon Direktur Utama (Dirut) dua Perusahaan Daerah (Perusda) Pemkot Makassar yakni Dirut Rumah Potong Hewan (RPH) dan Pasar dipastikan molor.
Hal itu diakibatkan oleh tahapan verifikasi berkas yang sedianya dilaksanakan Senin (13/5) ditunda karena panitia seleksi (pansel) yang tidak korum.
Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kota Makassar, I Gde Dewa Widya Dharma ada beberapa nama yang masuk sebagai pansel tidak bisa hadir saat rapat verifikasi berkas calon dilaksanakan.
Terpaksa jadwal verifikasi berkas dijadwalkan ulang hari ini, Rabu (15/5). Padahal, berdasarkan jadwal awal, hari ini, bagi peserta yang lulus seleksi berkas, sudah akan memasuki sejumlah tahapan tes.
“Jadi ada beberapa pansel yang tidak hadir. Seperti Innang (Isnaniah Nurdin-Kabid Humas, Informatikan, dan Komunikasi Publik) karena masih Diklat di LAN, Sri Sulsilawaty dan lainnya,” ungkap lelaki yang akrab disapa Dewa, Selasa (14/5).
Dia mengatakan seluruh tahapan seleksi akhirnya di re-schedule atau dijadwalkan ulang.
Seperti diketahui Pemkot Makassar membuka seleksi untuk jabatan Direktur Utama PD Pasar dan Rumah Potong Hewan (RPH) sejak 29 April 2024 lalu.
Tercatat ada 17 pelamar memasukkan berkasnya, terdiri dari 10 pelamar untuk posisi Dirut PD Pasar dan tujuh pelamar untuk posisi Dirut RPH.
Ketua Pansel yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Akhmad Namsum menerangkan, bagi peserta yang lulus seleksi berkas, rencananya akan menjalani sejumlah rangkaian tes. Diantaranya tes tertulis dan psikotest.
“Tes tertulis akan dilaksanakan di ruang Sipakalebbi kantor Wali Kota Makassar,” ungkap Akhmad Namsum. Setelah menjalani tahapan tes tertulis dan psikotest, para peserta kembali akan mengikuti tahapan seleksi selanjutnya, yakni penulisan makalah dan dilanjutkan dengan tes wawancara oleh tim seleksi (timsel) yang telah dibentuk,” jelas Akhmad Namsum.
Timsel yang akan menilai para peserta diantaranya Pj Sekretaris Daerah Kota Makassar Firman Hamid Pagarra (ketua timsel), Prof Aminuddin Ilmar, Maqbul Halim, Prof Noer Bachry Nur, Abdul Kadir (lembaga pegiat anti korupsi ACC).
Tes wawancara rencananya akan dilaksanakan di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar. Tes wawancara akan menjadi rangkaian tes terakhir yang akan dijalani para peserta sebelum timsel menilai tiga peserta yang akan lolos tiga besar untuk masing-masing posisi.
Setelah timsel mengeluarkan rekomendasi tiga besar, selanjutnya nama-nama tersebut diajukan ke Wali Kota Makassar.
“Jadi nanti kami ajukan enam nama. Masing-masing tiga nama untuk calon direktur utama RPH dan tiga nama calon Dirut PD Pasar,” ungkap Akhmad Namsum.
Selanjutnya, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto akan mewawancarai peserta yang lolos tiga besar sebelum menentukan siapa yang akan menduduki posisi top di dua perusahaan daerah milik Pemkot Makassar tersebut.
“Jadi Pak Wali yang akan menentukan siapa yang terpilih menjadi direktur utama, baik di RPH, maupun PD Pasar. Itu sudah menjadi hak prerogatif Pak Wali untuk menentukan,” tandasnya. (rhm)

