pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hitung-hitungan ASN di Pilwali Makassar

Irwan Adnan Tegaskan Siap Mundur dari Birokrat

MAKASSAR, BKM — Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hendak ikut pada kontestasi pemilihan gubernur (pilgub), pemilihan wali kota (pilwali) maupun pemilihan bupati (pilbup) diminta untuk mundur sebelum ditetapkan sebagai calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Untuk pilwali Makassar, mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Irwan Adnan yang intens melakukan sosialisasi dengan memasang baliho di berbagai titik.

Sebagai ASN, Irwan Adnan menyatakan siap meninggalkan profesinya sebagai birokrat untuk maju pada kontestasi politik ini. “Iya, itu harus. Pasti mundur. Kalau memang semua sudah bersyarat dan memungkinkan, ya kita jalan. Kita mau 01. Tapi tentu kita harus realistis apakah ke 01, 02, atau kembali atau laptop (ASN),” ujarnya, Rabu (15/5).
Lelaki yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Turate (KKT) itu digadang-gadang akan ikut bertarung dalam pilwali Makassar 27 November 2024 mendatang. Sambil mengikuti tahapan yang berjalan, Irwan Adnan juga akan memperhitungkan hasil survei dalam menatap Pilwali Makassar. Jika hasilnya positif, ia akan lebih memantapkan diri menghadapi perebutan kursi wali kota dan wakil wali kota.
“Prinsip saya optimis. Bismillah, apapun namanya kita realistis melihat hasil survei. Salah satu metode yang dipercaya ialah hasil survei. Tidak bisa kita langsung maju. Jangan sampai kita hanya merasa saja,” ujarnya.
Selain memasang baliho, Staf Ahli Pemkot Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Kota Makassar ini juga sudah mendaftar di beberapa partai politik. Dikonfirmasi terkait itu, Irwan menyebut dirinya telah melamar di tiga parpol, masing-masing Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hanura, dan Demokrat Kota Makassar.

Selanjutnya, ia akan mendatangi parpol lain yang membuka pendaftaran, seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.
“Tentu komunikasi itu akan kita lakukan. Sejauh ini kita sudah ambil formulir tentu akan kita tindak lanjuti bagaimana menjalin hubungan dan komunikasi baik ke semua parpol,” ucapnya.
Pengamat politik Prof Sukri Tamma mengatakan, sebagai seorang birokrat Irwan Adnan punya pengalaman mumpuni. Ia memiliki kompetensi dan jaringan yang kuat selama berkecimpung di dunia birokrat.
“Ketika Pak Irwan maju ada beberapa penghitungan. Pertama, pengalaman birokrasi. Kedua, jaringannya selama ini di Kota Makassar sudah dirasa cukup. Karena kan selama ini sering masuk ke lapangan,” kata Prof Sukri, kemarin.
Hanya saja, lanjut Prof Sukri, hitung-hitungan politik biasanya berbeda. Sebagai pendatang baru Irwan Adnan bisa mencoba pertarungan untuk posisi wakil wali kota alias 02.

“Cuman dalam politik kadang matematikanya sedikit berbeda. Pertanyaannya, adakah yang memberi ruang itu. Secara rasional kemungkinan beliau ada di posisi calon wakil wali kota. Karena kapasitas beliau tidak ada masalah, tapi hitung-hitungan politik berbeda untuk maju 01. Saya kira harus bersaing betul. Kalau wakil wali kota bisa, apalagi punya pengalaman birokrasi,” tutupnya.
Pada pilwali Makassar 2020 lalu, ada dua mantan pejabat yang ikut bertarung. Masing-masing mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo serta mantan Kepala Dinas Kelautan Pemkot Makassar Dr H Rahman Bando. Irman YL maju sebagai calon wali kota bersama Andi Zunnun Nurdin Halid, sementara Rahman Bando maju sebagai calon wakil wali kota mendampingi Munafri Arifuddin.

Mendaftar di PKB

Irwan Adnan membuktikan bila dirinya serius maju di kontestasi pilwali Makassar. Ia mendaftar di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Irwan diwakili tim atas nama Faidar ‘Mile’ mengambil formulir di kantor DPC PKB Makassar, Jalan Hertasning, Rabu sore (15/5).
“Ini bentuk keseriusan kita sehingga hadir di PKB. Semoga PKB bisa bersama kita dan bagaimana mekanisme kita akan lalui,” ucap Faidar Mile.
Mile yang juga Sekretaris Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) Cabang Makassar mengatakan dirinya bersama pengurus memberikan dukungan kepada Irwan Adnan karena sudah mengenal sosoknya. “Beliau ini ketua kami di KKT Cabang Makassar. Kedua, beliau tidak diragukan kemampuannya apalagi pengalamannya di Makassar sebagai ASN,” kata Mile.
Sebagaimana umumnya bakal calon maju menyiapkan modal paling tidak pengenalan di masyarakat, Mile menambahkan Irwan Adnan bahkan telah menyebar APK di sejumlah titik dengan tagline “Pakintaki”. “Kami sudah memasang alat peraga dan tentu respons yang kami terima baik. Sehingga kami optimis terus melakukan peningkatan elektabilitas,” sambungnya.

Bahkan Mile mengungkapkan, Irwan Adnan sudah menggandeng lembaga survei yang kredibel untuk memotret dirinya pada pilwali ini.
Meski demikian, pihaknya juga tetap realistis apapun hasil survei nantinya, di mana yang paling layak apakah sebagai 01 atau calon wali kota maupun 02 atau calon wakil wali kota.
“Sabtu besok akan turun survei. Kita mau tahu apakah beliau ini memang pantas 01, atau 02, atau bahkan tidak layak. Kami akan realistis sesuai hasil survei. Tapi hari ini kami meyakinkan diri mengantar beliau maju,” tegas Mile.
Sebelumnya, Irwan Adnan juga sudah membangun komunikasi dengan Partai Demokrat. “Ini bukan coba-coba. Sekali lagi kita serius. PKB ini kami menilai partai yang tawadhu dan komitmen. Ditambah lagi di sini ada Pak Basdir yang juga bagian dari pengurus KKT. Kami optimislah bisa bersama,” tuturnya.

Terkait dengan status Irwan Adnan masih aktif sebagai ASN, kata Mile, tentunya sudah dipertimbangkan matang-matang. ”Beliau sudah cukup lama mengabdi di ASN Pemkot Makassar dan akan terus mengabdi, sehingga apapun aturan ke depan ketika maju akan dijalankan,” jelasnya.
Wali kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto sudah mendapat laporan bila Irwan Adnan akan maju di pilwali nanti. “Beliau sudah melapor ke Pak Wali untuk maju. Alhamdulillah, respons bagus dan dipersilakan,” ujar Mile.
Pengurus DPC PKB Makassar yang menerima tim Irwan Adnan, yakni Sekretaris Andi Makmur Burhanuddin, Ketua LPP Basdir, Ketua Desk Pilkada PDC Sikki Rudding, Sekretaris Desk Pilkada DPC Ade Enaz Mappajanci, Bendahara Desk Pilkada DPC Dwiana Pamuji Astutik, serta turut hadir caleg terpilih DPC PKB Fahrizal Arrahman Husain.
Andi Makmur menyampaikan agar kandidat menyiapkan visi dan misi sebagai bagian dari sembilan tahapan. Selanjutnya akan dilakukan UKK dari DPP PKB.
“Sesegera mungkin membuat visi dan misi agar menjadi dasar DPP melakukan UKK (Uji Kelayakan dan Kepatutan). Itu juga akan dilakukan bedah dari badan ortom kami sejauh mana visi misi ini disampaikan dengan berbagai pendekatan,” katanya. (rhm)



×


Hitung-hitungan ASN di Pilwali Makassar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link