pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

PKS Usul Delapan Nama

Appi Tunggu PKB, Demokrat, dan Hanura Untuk Maju di Pilwali

MAKASSAR, BKM — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Makassar merampungkan penjaringan reguler bakal calon wali kota dan wakil wali kota. Hasilnya, ada delapan orang yang akan diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
”Sesuai petunjuk pelaksanaan, DPD hanya melakukan penjaringan dan pengusulan. Adapun proses penyaringan dan keputusan diserahkan sepenuhnya kepada DPP,” ujar Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Kota Makassar Andi Hasri, Senin (3/6).

Adapun delapan nama bakal calon yang sudah terjaring tersebut, yakni Ketua KONI Makassar Ahmad Susanto, Ketua DPW PKS Sulsel Amri Arsyid, mantan Bupati Sinjai Andi Seto Gadista Asapa, Ketua TP PKK Makassar Indira Yusuf Ismail, birokrat senior Irwan Adnan, Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel Rahman Pina, serta anggota Fraksi PKS DPRD Sulsel Sri Rahmi.
Menjelang kontestasi pemilihan wali kota (pilwali) Makassar, 27 November nanti, PKS melakukan proses penjaringan. Selanjutnya disusul dengan melakukan survei mulai tanggal 1 hingga 15 Juni 2024 nanti. Para kandidat atau bakal calon yang memiliki elektabilitas tinggi di masyarakat tentu akan menjadi pertimbangan.

“Hasilnya akan diketahui pada pekan ketiga di bulan ini. Tapi hasil survei bukan hanya menjadi parameter untuk diusung. Kami hanya ingin tahu tingkat elektabilitas dan popularitasnya, dan tentu menjadi salah satu poin,” ungkap Ketua PKS Makassar Anwar Faruq, kemarin.
Menurut Anwar Faruq yang juga anggota DPRD Makassar, saat ini dilakukan penjajakan terhadap calon yang berpeluang menang. Selain itu, calon yang menjadi indikator bakal diusung adalah dengan melihat visi-misi, di mana akan disesuaikan dengan PKS.
“Kita tentu tidak asal memilih, karena kita akan pilih sesuai visi misinya, tujuannya membangun Makassar dan punya pergerakan massa. Jadi semua calon yang mendaftar memiliki peluang yang sama untuk diusung,” terangnya.

Kemudian, PKS juga akan melakukan riset internal atau survei untuk melihat tingkat popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas kandidat. Hasil survei ini menjadi salah satu pertimbangan bagi DPP dalam memutuskan siapa kandidat yang akan diusung nantinya.
“Prinsipnya PKS ingin mendorong figur yang mampu memenangkan masyarakat Makassar. Kami targetnya menang kali ini,” tandasnya.
Diketahui sebelumnya, empat kali pilwali di Kota Makassar, PKS belum pernah merasakan kemenangan pada usungannya. Ketika pilwali 2008, PKS Makassar mengusung pasangan Halim-Jafar Sodding. Selanjutnya, di pilwali 2013 PKS mengusung pasangan Tamsil Linrung-Das’ad Latif. Pada pilwali 2018 mengusung pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi, serta di Pilwali 2020 PKS mengajukan pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Nurdin Halid.

Tunggu PKB, Demokrat, Hanura

Meski telah mendaftar di sejumlah partai politik (Parpol), namun Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin alias Appi terus melakukan komunikasi dengan pimpinan Parpol lain untuk mendapatkan kendaraan politik pada pilwali mendatang. Appi juga telah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di PKB. Hal ini sebagai rangkaian dari pendaftaran dan pengembalian formulir di DPC PKB.
Menurut Appi, dirinya telah mengikuti seluruh proses dan rangkaian dilakukan PKB Makassar, termasuk fit and proper test. Menurutnya, ini merupakan bagian dari tahapan proses seleksi yang dilakukan oleh PKB.

“Jadi, kemarin itu di Jakarta saya sudah dipanggil untuk uji visi misi. Juga dibilang head to head kayak begitu. Tapi di dalam situ kita sudah sangat ditail seperti apa mau apa perlakukan PKB dan sebagainya,” jelas Appi, Senin (3/6).
Appi saat ini sudah mengamankan enam kursi milik Golkar di DPRD Makassar. Sisa membutuhkan empat kursi lagi sebagai syarat usungam di pilwali Makassar. Jika PKB memberikan rekomendasi, maka ia sudah bisa mendapatkan 11 kursi, karena PKB sendiri memiliki 5 kursi.
“Semuanya disampaikan seperti apa kemungkinannya, walaupun itu masih belum final. Tetapi kan artinya kita sudah sampai di sana,” terangnya.

Ia kemudian menambahkan, di partai lain juga begitu. Sama seperti Hanura, ia sudah melakukan fit and proper test. Juga di Demokrat. Sekarang tinggal menunggu seperti apa keputusan dari Parpol tersebut.
“Jadi, mereka (Parpol) apakah bisa melihat kita menjadi kandidat yang potensial. Karena kalau menjadi kader potensial, ya tentu mereka dengan senang hati mengusung,” tandasnya.
Soal calon wakil atau pendamping, Appi menegaskan akan ada survei yang dilakukan nantinya. Semua akan sangat ditentukan beberapa bulan ke depan, karena tidak bisa serta-merta harus langsung ditentukan.
“Begitu kan semua masih sangat dinamis. Masih mencari alur, dan yang datang ke sana bukan cuma saya. Banyak sekali yang datang ke sana. Tentu kita masih punya alternatif lain sambil mengukur seperti apa tingkat elektoral,” pungkasnya. (ita-jun)



×


PKS Usul Delapan Nama

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link