MAKASSAR, BKM — Peristiwa kebakaran yang melanda KM Umsini di Pelabuhan Makassar mengundang perhatian banyak orang. Usut punya usut, kapal milik PT Pelni tersebut sudah berusia 39 tahun.
Pengamat Transportasi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) Qadriathi Daeng Bau, berpandangan bahwa kapal tua seperti itu semestinya sudah tidak bisa dioperasikan lagi sebab berbahaya bagi keselamatan. “Makanya, kalau sudah tidak layak tidak usah dioperasikan, Harus mengutamakan keselamatan. Pelni harus berpihak ke masyarakat. Kalau sekarang kan sudah lumayan, tidak lagi jual beli tempat tidur, tapi tingkat keselamatan ini yang belum (baik),” ujarnya, Selasa (11/6).
Ditambah lagi suku cadang dari kapal-kapal tua sudah sulit untuk ditemukan, sehingga peremajaan yang terus dilakukan malah akan menyulitkan. Pemerintah, kata Qadriathi, semestinya harus berpihak kepada masyarakat, khususnya di sektor perhubungan.
“Tidak ada orang yang senang dengan kondisi (kapal tua). Seharusnya kalau melihat itu mereka memberikan masukan bahwa ini sudah tidak pantas. Pemerintah harus mendengar. Tidak boleh menutup mata dan Pelni harus melaporkan,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Cabang Pelni Makassar Muhammad Jabir, menegaskan bahwa KM Umsini sudah dalam kondisi aman usai kebakaran. Penyebab kebakaran karena ada percikan api dari mesin motor bantu nomor tiga. Tim Labfor Polda Sulsel masih sementara melakukan pemeriksaan.
Tentang umur kapal, Jabir mengakui memang sudah tua. Tetapi ia memastikan dari segi infrastruktur kapal masih aman. Kapal itupun milik pemerintah dan Pelni Makassar hanya bertindak sebagai operator.
“Kalau masalah tua, ada pemeriksaan yang dilakukan. Memang sudah tua kalau melihat umur (kapal). Tapi mesin masih aman, karena ini semua kapal pemerintah. Kita hanya sebagai operator,” jelasnya.
Selasa (11/6) kemarin, ada 1.200 penumpang yang diberangkatkan menggunakan kapal pengganti. Trip pertama berangkat sekitar pukul 07.00 Wita dan trip kedua pukul 12.00 Wita.
“Semua ditanggung Pelni, mulai makan dan minum penumpang. Kita berikan pelayanan terbaik. Bisa ditanyakan di pelabuhan bagaimana pelayanannya Pelni,” terangnya.
Ia bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. ”Sudah bisa teratasi. Penumpang sudah diberangkatkan ke tujuan masing-masing,” imbuhnya. (jun)

