pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sinyal Koalisi di Pilgub

Danny-AIA Bertemu, Adnan ke AAS

IST BERTEMU-Wali Kota Makassar yang juga bakal calon gubernur Sulsel Moh Ramdhan Pomanto bertemu dengan Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras. Pertemuan keduanya disebut-sebut untuk menjajaki potensi koalisi.

MAKASSAR, BKM — Tiga orang yang digadang-gadang akan berkontestasi di pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel November mendatang menggelar pertemuan di dua lokasi berbeda. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bertemu dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras. Sementara Adnan Purichta Ichsan menemui Andi Amran Sulaiman (AAS), Menteri Pertanian yang merupakan kakak kandung bakal cagub petahana Andi Sudirman Sulaiman.
Danny yang merupakan wali kota Makassar dua periode bertemu dengan AIA, Senin siang (17/6) di kediaman pribadinya. Dikemas dalam rangka silaturahmi Hari Raya Iduladha, keduanya menyebut pertemuan tersebut sudah lama teragendakan.

“Kami ngobrol kurang lebih dua jam lamanya. Saling share karena memang kita sudah lama teleponan janjian, tapi saya minta pas hari lebaran,” ujar Danny, Selasa (18/6).
Pada kesempatan itu, Danny menyampaikan bahwa dirinya dengan AIA sudah berteman sejak lama. Karena itu sangat penting untuk saling berbagi dan juga minta banyak pendapat. “Termasuk saya bicara stadion karena beliau komisi V DPR RI,” ucapnya.

Diakuinya bahwa pada pertemuan tersebut tentunya ada pembahasan politik, namun bukan soal pilgub saja. Sebab jika bicara politik pasti membahas juga soal pilbup dan pilkada, karena AIA merupakan ketua parpol.
“Saya selalu bilang bahwa kami hormat pada semua partai. Apalagi Gerindra partai pemenang eksekutif,” ujarnya.
Untuk koalisi pilgub, Danny nampaknya enggan blak-blakan. Karena, kata dia, koalisi menjadi hal lain. Tapi tapi hal pertama adalah menjalin komunikasi dengan baik, penuh respect dan hormat sipakatau sipakalebbi.
“Soal mau maju pilgub. Justru kita saling share semua dan memberikan selamat. Misalnya kalau saya jadi maju dapat dukungan partai. Begitu pun juga dengan beliau. Intinya kami saling support,” tandas Danny.
Satu bahasa dengan Danny, AIA menegaskan bahwa pertemuannya dengan Wali Kota Makassar itu sekadar silaturahmi. “Sebagai sahabat, ke rumah silaturahmi. Kita ngobrol tentang dinamika politik di Sulsel, baik pilgub maupun pilkada. Ke depannya bagaimana? Segala sesuatunya bisa terjadi, karena kita manusia biasa, yang menentukan di atas. Jadi apa pun itu semuanya akan mungkin kalau Allah menghendaki,” ujar AIA.
Soal koalisi di pilgub, AIA yang juga Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini menegaskan bila segala sesuatunya sangat memungkinkan dengan siapa, apakah tandem atau tanding. “Intinya segala sesuatunya sangat memungkinkan dengan siapapun. Ini dinamika politik,” jelasnya.

Soal calon gubernur, AIA mengaku bila urusan pilgub ranahnya ketua umum. “Kami DPD hanya memberikan usulan. Jadi jangan lagi saya ambil ranahnya presiden atau ketua umumku. Jadi persoalan pengendali organisasi di Sulsel tentu saya sebagai ketua DPD, tapi pengambilan keputusan di DPP. Semuanya makin dinamis dan semua masih bisa terjadi. Hal-hal seperti apa berpasangan siapa, dan siapa yang maju dan tidak maju. Itu masih sangat dinamis, karena masih ada perkembangan setiap harinya. Tunggu saja tanggal mainnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan bertemu dengan AAS. Soala apakah akan maju di pilgub Sulsel, Adnan mengaku menunggu arahan dari elite politik pusat atau ‘istana’ untuk posisinya di kontestasi kelak.
Adnan bertandang ke kantor AAS Building, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sabtu siang (17/6). Mengendarai mobil Alphard berwarna hitam, Adnan meninggalkan kantor AAS Building pukul 11.50 Wita.
“Sekitar 30 menit pertemuannya. Pada prinsipnya Pak Adnan datang silaturahmi menyampaikan kenapa selama ini tidak sempat datang, karena memang waktunya belum dirasa pas,” ujar juru bicara Tim Kerabat Adnan, Andi Ian Latanro, Senin (17/6).

Menurut Ian, Adnan sampai saat ini belum memutuskan maju sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur. Adnan disebutkan taat dan patuh perintah istana untuk pilgub Sulsel.
“Terus beliau menyampaikan ke Pak Amran bahwa dia itu sangat patuh dan tertib apa yang menjadi arahan istana. Artinya, dikasih clear di pertemuan,” jelasnya.
Adnan pada pertemuan itu juga menyampaikan alasannya baru sempat menemui Amran. Pasalnya, kata Ian, Adnan kerap diundang untuk bertemu. Namun dia memastikan tidak ada tawaran dari Amran untuk Adnan dalam pertemuan tersebut.
“Tidak ada (tawaran). Pembicaraan tidak sampai ke situ. Sebetulnya lebih ke meng-clear-kan situasi. Artinya begini, kenapa Adnan selalu diundang untuk ketemu selalu kayak menghindar. Jadi bertemu jangan sampai nanti dianggap sombong,” jelasnya.

Ian memastikan, Adnan membuka peluang untuk berpaket dengan siapa saja di pilgub Sulsel. Bahkan membuka peluang untuk jadi calon wakil atau 02.
“Pak Adnan itu kan tetap dengan timeline yang ada sekarang, jalan, apa semua segala macam sambil menunggu restu. Siapa 01, siapa 02 belum ada yang fiks,” katanya.
“Siapa saja (berpasangan), itulah kenapa ditanya sama Pak amran. Pak Adnan bilang saya siap berpasangan dengan siapa saja. Belum pernah memberi jawaban selama ini,” katanya.
Pengamat politik dari Unhas Dr Ali Armunanto menilai pertemuan AAS dengan Adnan bisa jadi manuver saudara bakal calon gubernur ASS sebagai pesan tersirat. “Kalau kita melihat dinamika berkembang saat ini memang belum ada yang pasti. Kemarin kita sempat tergiring opini Sudirman dan Fatma berpasangan dan akan diusung oleh Nasdem. Tetapi belakangan muncul konfirmasi yang justru tidak memastikan pasangan itu,” ujar Ali Armunanto, Selasa (18/6).

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas ini, menduga akibat ketidakpastian dari Nasdem memunculkan kepanikan dari kubu klan Sulaiman. Sementara partai lainnya, seperti Golkar dan Gerindra arah dukungannya ke bakal calon gubernur lainnya.
“Setelah tidak ada kepastian dari Nasdem muncul kepanikan di kubu Amran. Begitu pun dengan partai lainnya, Golkar menunjukkan hal berbeda, Andi Iwan Aras di Gerindra sudah mau maju. Sehingga tidak ada pelabuhan pasti untuk Andi Sudirman Sulaiman,” terang Ali.

Dengan kondisi itu, manuver Amran disebut sebagai alternatif untuk bakal pasangan ASS. Simulasi pasangan ASS-Adnan juga bisa dijadikan tawaran partai.
“Jadi tidak ada opsi lain selain mencari pasangan yang klop supaya tetap unggul di survei. Dengan begitu mereka (Sudirman-Adnan) bisa menjadi alternatif utama partai dan itu bisa dijadikan proposal dengan elektabilitas yang bagus,” jelasnya.
Menurutnya, Sudirman-Adnan jika dipasangkan elektabilitasnya akan melampaui yang lain. Keduanya cocok berpasangan ditinjau dari berbagai faktor. (rif)



×


Sinyal Koalisi di Pilgub

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link