MAKASSAR, BKM–Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak ingin terburu-buru dalam memutuskan calon yang akan berpasangan dengan Azhar Arsyad di pemilihan wali kota (Pilwali) Makassar 2024.
Saat ini, di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ada tiga nama bakal calon wali kota yang akan menggandeng Azhar Arsad sebagai calon wakil.
Ketua DPC PKB Makassar Fauzi Andi Wawo menyebut tiga nama itu belum tentu digunakan. Karena PKB akan menurunkan tim survei.
“Tiga nama yang ada dari DPP belum tentu juga ini yang kita pakai. Siapa tahu hasil survei beda,”jelas Uci panggilan akrab Fauzi Andi Wawo.
Ketiga nama yang ada di DPP PKB yakni Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin alias Appi, mantan Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa dan Istri Danny Pomanto, Indira Jusuf Ismail.
Dia menegaskan, figur yang ingin mendapat dukungan dari PKB, harus menggandeng Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad.
“Wajib menggandeng Azhar. Pak Ketua (Azhar) harga mati. Bagusnya kami itu kami ini memastikan harus berpasangan,”tuturnya.
Hal sama disampaikan Azhar bila semua tokoh-tokoh yang maju adalah orang-orang yang ingin mendedikasikan dirinya.
“Semua orang-orang yang sudah teruji, memiliki keinginan yang kuat untuk memperbaiki Makassar,” kata Azhar yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel ini.
PKB kata dia, sudah disepakati akan menentukan usungan pada akhir Juli atau awal Agustus.
“Karena kami akan menghitung dengan cermat, bukan saja potensi menangnya. Kami juga akan menghitung soal sejauh mana, kita bisa berbagi tugas. Karena harus ketemu itu semua,”tandasnya.
Ada yang menyebut bila Appi dari Golkar yang lebih berpeluang bersama Azhar Arsyad.
Tak hanya di Makassar, namun PKB juga bisa berkoalisi dengan Golkar di pemilihan bupati (Pilbup) Takalar dan Barru.
Di Kabupaten Barru PKB telah memberikan rekomendasi kepada Andi Ina Kartika Sari, kemudian di Takalar, koalisi ini, akan memaketkan antara Hengky Yasin dengan Fahruddin Rangga atau Zulham Arief dari Golkar.
Azhar Arsyad mengatakan, koalisi pisang ijo, tidak hanya berpotensi di Makassar, melainkan juga akan bersama di sejumlah daerah, salah satunya di Takalar dan Barru.
“Jadi PKB sudah memberikan rekomendasi ke ibu Andi Ina di Barru, bisa saja di Makassar. Sementara Takalar kader PKB, kami mendorong Hengky Yasin sebagai 01, terserah 02-nya dari Golkar, antara Zulham atau Rangga,” kata Azhar.
Artinya pasangan Hengky-Zulham atau Hengky- Rangga. Kata Azhar peluang itu terbuka. Dia menegaskan, umtuk mengusung Hengky Yasin sebagai 01 di Pilkada Takalar, bagi PKB adalah harga mati.
“Apalagi kami memiliki modal 5 kursi dari syarat 7 kursi untuk maju di Pilkada Takalar 2024,” tuturnya.
Sementara Partai Golkar memiliki modal 3 kursi. Artinya jika PKB dan Golkar berkoalisi tentunya sudah mencukupkan syarat minimum untuk maju.
“Luar biasa perolehan kursi PKB di Takalar. Tentunya mendorong kader menjadi 01 adalah harga mati,” ujar Azhar yang juga Anggota DPRD Sulsel.
Zulham Arief mendapatkan dukungan dari senior Golkar yakni Hamka B Kady dan Lumkan B Kady.

