pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Mampu Berbahasa dan Presentasi Internasional

Kriteria Wali Kota Untuk Calon Sekkot Definitif, Tiga Nama Sudah Diserahkan

MAKASSAR, BKM — Lima besar peserta lelang atau seleksi terbuka (Selter) Sekretaris Kota Makassar baru saja mengikuti tahapan wawancara pada Sabtu (6/7). Mereka adalah Kepala Bapenda yang juga Penjabat Sekkot Makassar Firman Hamid Pagarra, Kepala Dinas Pariwisata Muhammad Roem, Kepala Dinas Pendidikan Muhyiddin Mustakim, Kepala Badan Kesbangpol Andi Bukti Djufrie, dan Asisten III Andi Irwan Bangsawan.

Ketua Timsel Lelang Sekkot Makassar Prof Aminuddin Ilmar mengatakan dari hasil wawancara, mengerucut nama yang masuk dalam tiga besar. Nama-nama tersebut selanjutnya diajukan ke wali kota selaku Pejabat Pembina Kepegawaian yang akan menentukan siapa yang punya kapasitas untuk menjadi sekkot definitif.
Menurut Prof Ilmar, wawancara yang dilakukan seputar kapasitas dan kemampuan manajerial para calon terhadap pemerintahan. Penilaian juga berkisar kemampuan mengeksekusi visi dan misi wali kota. Termasuk terkait rekam jejak para pejabat yang ikut lelang. Nama-nama yang lolos tiga besar itu secepatnya akan disetor ke wali kota.

Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengaku sudah mengantongi nama calon sekkot yang lolos tiga besar. Namun dia mengaku belum sempat melihat dengan jelas nama-nama tersebut. Selanjutnya, nama-nama yang lolos seleksi tiga besar akan dianalisa dan diteliti dengan mendalam. Khususnya menyangkut kapasitas personal masing-masing calon.
Danny Pomanto –sapaan akrabnya– mengatakan dirinya juga harus mempelajari terlebih dahulu aturan-aturan menyangkut pemilihan sekkot definitif. “Iya, nama-namanya sudah disampaikan ke saya. Kita akan teliti dulu dengan baik. Karena ternyata tidak ada tahapan wawancara dari saya. Saya coba teliti dulu satu dua harilah,” ungkap Danny saat ditemui di Amirullah, Rabu (10/7). Menurut orang nomor satu Makassar itu, untuk memilih sekkot definitif yang ideal, setidaknya ada empat indikator yang harus dipenuhi. Yakni rekam jejak yang bersangkutan, penulisan makalah, assement dari pusat, dan wawancara.
Namun Danny membocorkan ada syarat khusus yang menjadi pertimbangannya dalam memilih sekkot defintif. Pertama, punya kemampuan menguasai bahasa internasional minimal bahasa Inggris dan memiliki jaringan dalam skala internasional. “Analisa sendirimi. Siapa-siapa pejabat yang memenuhi kriteria tersebut,” ungkap Danny.
“Intinya, punya kemampuan berbahasa internasional dan biasa berpresentasi di internasional. Jadi kemampuan bahasa luar, komunikasinya bagus,” tambah Danny.

Dia menegaskan proses seleksi calon sekkot Makassar ini dilaksanakan timsel secara independen, tanpa campur tangannya. “Sangat independen. Dan saya tidak tidak ikut campur sama sekali,” ungkapnya.
Setelah penentuan nama yang dipilih sebagai calon sekkot, selanjutnya diusulkan ke gubernur Sulsel untuk mendapat persetujuan. Setelah itu diajukan ke Kementerian Dalam Negeri. Danny berharap tahapan yang tersisa bisa dirampungkan pekan ini.
Jika merujuk pada kriteria khusus yang disebut Danny, ada dua calon kuat yang bersaing dalam memperebutkan kursi sekkot Makassar. Mereka adalah Firman Hamid Pagarra dan Muhammad Roem.
Seperti diketahui, kedua pejabat Pemkot Makassar tersebut punya kapasitas dan performa yang baik. Selain itu, keduanya juga kerap menghadiri kegiatan berskala internasional.

Firman Hamid Pagarra misalnya. Hampir dalam setiap kesempatan kunjungan Wali Kota Makassar ke luar negeri, dia mendampingi. Sejumlah agenda internasional yang pernah dihadiri Firman, diantaranya International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat. Event ini merupakan ajang bergengsi yang diikuti oleh tokoh-tokoh dunia. Selain perwakilan Indonesia, pelatihan ini juga diikuti oleh 14 orang lainnya dari luar negeri. Antara lain perwakilan Argentina, Gambia, Jerman, Filipina, Polandia, Slovakia, dan Afrika selatan.

Lalu pada September 2023, Firman diundang menjadi pembicara pada “Regional Workshop on Strengthening Property Tax Management to Enhance Local Revenue” yang diadakan di Takaoka, Jepang. Pelatihan workshop yang diselenggarakan oleh Asian Development Bank ADB ini, mengundang 23 peserta dari 10 negara yakni Armenia, Kamboja, Indonesia, Kyrgyz Republic, Laos, Nepal, Filipina, Tiongkok, Sri Langka, dan Thailand. Dari Indonesia ada dua peserta lainnya yakni Direktur Pendapatan Kemendagri Hendriwan Imron dan Mirni Sumiyati, Analis Pajak Direktorat Pendapatan Dirjen Keuangan Daerah.
Sementara Muhammad Roem diketahui juga beberapa kali menghadiri agenda di luar negeri. Diantaranya mendampingi Waki Kota Makassar dalam kegiatan World Cities Summit Mayors Forum 2023 di Seoul, Korea Selatan. Mengikuti Diklat yang digelar Temasek Foundation Singapore dan Singapore Cooperation Enterprise.Mengikuti Diklat di Griffith University, Australia, dan sejumlah pengalaman internasional lainnya. (rhm)



×


Mampu Berbahasa dan Presentasi Internasional

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link